Cuma 2 dari 34 Kanwil Capai Target di 2025, Purbaya Yakin Tahun Ini Jauh Lebih Baik
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
JAKARTA - Polri memperkuat kiprahnya di kancah internasional melalui partisipasi dalam Konferensi Association of Police Training Institution in Asia (APTA) ke-10 di Ulaanbaatar, Mongolia. Forum kepolisian dunia ini diikuti lebih dari 40 delegasi dari 20 negara untuk merespons tantangan pemolisian di era digital dan perubahan sosial.
"Partisipasi unsur akademisi dalam delegasi Polri dinilai penting, karena perkembangan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan aspek penegakan hukum, tetapi juga menyentuh persoalan sosial, teknologi, budaya, serta hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat," kata akademisi dan pakar kepolisian dari STIK Lemdiklat Polri Rangga Afianto dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8/2026).
Rangga menjelaskan bahwa kehadirannya dalam forum tersebut merupakan mandat pimpinan Polri untuk mempresentasikan pendekatan pemolisian Indonesia. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pemolisian melalui penguatan pemolisian masyarakat (community policing) dan pelibatan masyarakat sipil.Baca Juga:
Salah satu isu utama dalam konferensi tersebut adalah kemampuan institusi kepolisian beradaptasi dengan perubahan zaman. Terutama merespons makin dominannya Generasi Milenial dan Generasi Z.
"Kondisi ini membuat pendekatan pemolisian konvensional perlu terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan masyarakat," ujar Rangga.
Di sisi lain, pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi perhatian utama yang harus diantisipasi oleh institusi kepolisian.
"Teknologi AI membuka peluang baru dalam mendukung berbagai instrumen pemolisian, mulai dari analisis data, deteksi dini, pengelolaan informasi, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepolisian. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut juga menuntut kesiapan sumber daya manusia, kerangka etika, serta tata kelola yang memadai," jelasnya.
Rangga menilai transformasi digital di tubuh kepolisian tidak cukup sekadar mengadopsi teknologi, tetapi harus diimbangi penyesuaian kapasitas organisasi dan SDM agar tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Pembahasan mengenai perubahan generasi memiliki relevansi erat dengan konsep Youth Policing (Pemolisian Kepemudaan) yang tengah dikembangkan di lingkungan STIK Lemdiklat Polri. Konsep ini menempatkan generasi muda sebagai mitra strategis dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Dalam pendekatan tersebut, kepolisian dituntut untuk membangun pola komunikasi dan kolaborasi yang lebih adaptif dengan generasi muda. Tujuannya tidak hanya untuk mencegah potensi gangguan keamanan, tetapi juga membangun kesadaran hukum, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta menciptakan hubungan yang lebih konstruktif antara polisi dan generasi muda," ujar Rangga.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif Indonesia dalam forum internasional ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan perspektif serta pengalaman Polri kepada komunitas kepolisian dunia.
"Partisipasi Indonesia dalam konferensi APTA ke-10 sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perspektif dan pengalaman Polri dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut kepada komunitas kepolisian internasional," kata Rangga.
Konferensi APTA ke-10 turut menjadi ruang penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan jejaring kerja sama antar-institusi kepolisian lintas negara.
"Kerja sama kepolisian antarnegara tidak lagi terbatas pada hubungan formal antarlembaga. Di tengah perkembangan teknologi dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, diperlukan jejaring kerja sama yang mampu mempercepat pertukaran pengetahuan dan membangun respons bersama terhadap berbagai persoalan keamanan," ucap Rangga.
Rangga menegaskan bahwa kombinasi perwira kepolisian dan akademisi sipil dalam delegasi Indonesia membuktikan pentingnya pendekatan multidisiplin untuk menghadapi tantangan pemolisian masa depan.
"Dalam konteks tersebut, pengembangan Youth Policing dan penguatan kolaborasi antara kepolisian dengan masyarakat menjadi salah satu agenda strategis yang relevan untuk membangun model pemolisian yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada masa depan," ujar Rangga.* (mt/dh)
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Te
KESEHATAN
JAKARTA Harga logam mulia berupa emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pergerakan ini didorong ol
EKONOMI
JAKARTA Tiga tim telah resmi tersingkir dari ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026, terdiri dari dua tim di Grup A dan satu tim di G
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan k
PERISTIWA
MEDAN Seorang pria bernama Fahrul Rozi (39) ditangkap personel Polrestabes Medan usai mencuri laptop milik Dedy David Napitupulu di dalam
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menyampaikan progres pembangunan kawasan Nusantara, khususnya proyek ka
EKONOMI
SUMENEP Kepanikan melanda ratusan penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 saat api membakar kapal di perairan utara Pulau Sapudi, Sumenep. Dalam k
PERISTIWA
JAKARTA Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 2 rute SurabayaMakassar dilaporkan terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur. Para penumpang tamp
PERISTIWA
ACEH BESAR Keindahan Pantai Babah Kuala Mon Ikeun di Aceh Besar berhasil memikat hati para wisatawan yang berkunjung. Deburan ombak yang b
PARIWISATA