Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara pemerintah menargetkan pembangunan 6.779 unit hunian tetap, yang terdiri dari 990 unit insitu, 829 unit eksitu mandiri, dan 4.182 unit eksitu komunal.
Adapun di Provinsi Sumatera Barat, pemerintah menyiapkan pembangunan 2.565 unit hunian tetap, meliputi 631 unit insitu, 1.740 unit eksitu mandiri, dan 2.411 unit eksitu komunal.
Secara keseluruhan, pembangunan hunian tetap komunal tersebar di 54 lokasi di tiga provinsi dengan luas lahan mencapai 198,21 hektare dan kapasitas menampung sekitar 7.973 kepala keluarga.
Total kebutuhan pembangunan hunian tetap melalui tiga skema tersebut meliputi 9.123 unit insitu, 10.660 unit eksitu mandiri, dan 16.906 unit eksitu komunal.
Tito mengatakan keberhasilan pembangunan hunian tetap merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BNPB, Polri, pemerintah daerah, Baznas, organisasi masyarakat, hingga sektor swasta.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang turut membantu percepatan pembangunan rumah bagi korban bencana.
"Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah membangun 2.603 unit huntap, terdiri atas 1.103 unit di Sumatera Utara, 1.000 unit di Aceh, dan 500 unit di Sumatera Barat," ujar Tito.
Menurut Tito, percepatan pembangunan hunian tetap bukan hanya membangun rumah baru, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh tempat tinggal yang aman sesuai kondisi wilayahnya.
Karena itu, pemerintah melakukan verifikasi penerima bantuan, kajian keamanan lokasi, serta dialog dengan masyarakat sebelum pembangunan dilaksanakan agar program benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.