BREAKING NEWS
Senin, 10 Agustus 2026

Jembatan Gantung Sikundo Mulai Dibangun, Warga Aceh Barat Ditargetkan Bisa Melintas Akhir Agustus

Raman Krisna - Senin, 10 Agustus 2026 08:23 WIB
Jembatan Gantung Sikundo Mulai Dibangun, Warga Aceh Barat Ditargetkan Bisa Melintas Akhir Agustus
Perwakilan tim Satgas PRR Aceh dari Kemendagri, Imran, meniti tali baja yang menghubungkan Dusun Sarah Sare dan Dusun Durian di Desa Sikundo, Kecamatan Cereumen, Aceh Barat, Aceh. (foto: dok. Satgas PRR)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BARAT — Harapan warga Dusun Sarah Sare dan Dusun Durian, Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, untuk kembali memiliki akses aman mulai terbuka.

Jembatan gantung yang menjadi penghubung kedua dusun tersebut rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir tahun lalu.

Kerusakan jembatan membuat warga harus menggunakan jembatan tali baja untuk menuju sekolah, kebun, dan lokasi aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:

Jalur tersebut menjadi akses darurat yang harus dilalui warga meski memiliki risiko, terutama ketika kondisi cuaca buruk.

Kini, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda mulai dilakukan. Jembatan tersebut ditargetkan dapat digunakan masyarakat pada akhir Agustus 2026.

Di lokasi pembangunan, pekerjaan telah memasuki tahap penguatan dan pengecoran tiang fondasi.

Jembatan dirancang memiliki panjang sekitar 100 meter dengan lebar 1,2 meter.

Jembatan tersebut nantinya dapat dilintasi kendaraan roda dua dan roda tiga dengan kapasitas beban maksimal satu ton.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda dikerjakan oleh 35 prajurit TNI dari Dandenzibang 1/IM Meulaboh.

Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan akses antardusun yang terputus akibat bencana.

Jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan jalur yang lebih aman bagi warga sembari menunggu solusi infrastruktur permanen.

Koordinator Lapangan Pembangunan Jembatan Perintis Desa Sikundo, Letkol Czi Azhari Lubis, mengatakan pembangunan ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026.

"Kami diberi tugas 45 hari untuk menyelesaikan pembangunan. Akhir Agustus sudah harus kelar. Kami sudah bekerja lebih dari seminggu, kami akan kebut pembangunannya," kata Azhari saat mendampingi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera meninjau pembangunan jembatan pada Sabtu (8/8/2026).

Menurut Azhari, percepatan pembangunan diperlukan agar warga tidak lagi bergantung pada jalur darurat yang berisiko.

Terlebih, kondisi tersebut dapat semakin menyulitkan warga ketika musim hujan tiba.

Bagi warga Desa Sikundo, keberadaan jembatan bukan sekadar menghubungkan Dusun Sarah Sare dan Dusun Durian.

Jembatan tersebut diharapkan dapat memudahkan warga membawa hasil perkebunan, memperlancar mobilitas sehari-hari, serta memberikan akses yang lebih aman bagi anak-anak menuju dan pulang dari sekolah.

Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, mengapresiasi keterlibatan TNI dalam mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah yang terdampak bencana.

Menurut Imran, pekerjaan pembangunan jembatan di Sikundo menunjukkan semangat gotong royong untuk membuka kembali akses masyarakat yang sempat terisolasi.

"Saya tidak bisa pungkiri, TNI ini luar biasa dalam ikut serta dalam penanganan PRR, tidak hanya di Sikundo, tapi di beberapa tempat yang saya kunjungi," ujar Imran.

Ia berharap pembangunan jembatan dapat segera mengakhiri keterisolasian warga dan mendorong kembali aktivitas ekonomi masyarakat Desa Sikundo.

"Sehingga masyarakat yang terisolasi bisa memanfaatkan akses dari wilayahnya ataupun untuk menjalankan aktivitas ekonomi di luar wilayahnya," katanya.

Peninjauan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Sikundo merupakan bagian dari pemantauan terpadu Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Aceh Barat.

Dalam kunjungan tersebut, tim juga meninjau perbaikan sawah yang mengalami kerusakan ringan di Desa Jambak.

Tim turut melihat penanganan abrasi tanggul sungai di Kecamatan Pante Ceureumen.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama pemerintah daerah, Balai Wilayah Sungai Aceh, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh, serta penyuluh pertanian.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda diharapkan menjadi langkah awal untuk memulihkan konektivitas warga Desa Sikundo setelah bencana.

Dengan target selesai pada akhir Agustus 2026, warga diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan akses yang lebih aman.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prihatin 43 Mahasiswa Berhenti Kuliah karena Biaya, Bobby Nasution Siapkan Beasiswa di Poltekkes Gunungsitoli
Tak Terima Dipecat, Mantan Karyawan Hotel Amoda Diduga Curi Laptop Rp3,2 Juta
Modus Pura-pura Belanja, Pria Asal Aceh Barat Bawa Kabur 7 Karung Beras dari Toko Grosir
Kebakaran Hebat di Aceh Tengah, 96 Rumah Kayu di Jeget Ayu Ludes Terbakar
HUT Ke-1 Partai Rakyat Indonesia Meriah, DPD PRI Sumut Siap Hadapi Pemilu 2029
Meriahkan HUT Ke-81 RI, Korem 011/Lilawangsa Gelar Lilawangsa Run 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru