BREAKING NEWS
Jumat, 14 Agustus 2026

Dari 17 Ribu Melonjak ke 80 Ribu, Pemerintah Percepat Perbaikan Sekolah Rusak di Seluruh Indonesia

Dharma - Rabu, 12 Agustus 2026 18:37 WIB
Dari 17 Ribu Melonjak ke 80 Ribu, Pemerintah Percepat Perbaikan Sekolah Rusak di Seluruh Indonesia
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah menargetkan perbaikan dan renovasi bangunan sekolah rusak di berbagai daerah rampung paling lama dalam dua tahun. Pemerintah juga berencana memperluas cakupan perbaikan hingga sekitar 100 ribu sekolah pada tahun depan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan target tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembenahan fasilitas pendidikan di seluruh Indonesia.

"Tahun depan kita berharap itu bisa sampai di 100 ribu, sehingga dalam dua tahun ke depan paling lama semua sekolah kita harus sudah diperbaiki. Itu dari sisi fisik sekolahnya ya," kata Prasetyo, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga:

Prasetyo menjelaskan, pemerintah pada awalnya mengalokasikan program perbaikan sekitar 17 ribu sekolah pada 2026.

Namun, setelah menerima berbagai laporan dan data mengenai kondisi sekolah di lapangan, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar cakupan perbaikan diperluas.

Pemerintah kemudian menambah sekitar 60 ribu titik sekolah yang akan diperbaiki atau direnovasi pada tahun ini. Dengan penambahan tersebut, jumlah sekolah yang ditangani sepanjang 2026 diperkirakan mendekati 80 ribu sekolah.

"Karena itulah kita bisa menambah yang tadinya hanya 17.000 kita punya kemampuan sekarang untuk menambah 60.000," ujar Prasetyo.

Menurut Prasetyo, percepatan program tersebut dimungkinkan melalui evaluasi terhadap penggunaan anggaran pemerintah selama tahun berjalan.

Pemerintah melakukan penyisiran terhadap sejumlah anggaran yang dinilai kurang produktif untuk kemudian dialihkan ke program yang dianggap memiliki dampak lebih besar terhadap masyarakat.

"Ini juga akibat dari keberhasilan kita terus menerus melakukan penyisiran terhadap anggaran-anggaran yang memang dirasa kurang produktif untuk direalokasi ke program-program yang jauh lebih berdampak," katanya.

Prasetyo mengatakan penyesuaian anggaran tersebut menjadi salah satu cara pemerintah merespons kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

Dengan mekanisme tersebut, program yang sebelumnya telah ditetapkan masih dapat diperluas apabila terdapat kebutuhan yang dinilai lebih mendesak.

Perbaikan sekolah, kata Prasetyo, difokuskan terlebih dahulu pada kondisi fisik bangunan. Pemerintah berharap pembenahan tersebut dapat meningkatkan keamanan serta kenyamanan siswa dan tenaga pendidik dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Target penyelesaian dalam dua tahun juga diharapkan dapat mempercepat pemerataan kualitas sarana pendidikan, terutama bagi sekolah yang selama ini masih menghadapi persoalan bangunan rusak.

Pemerintah kini terus melakukan pendataan dan penyesuaian program agar kebutuhan perbaikan sekolah dapat ditangani secara bertahap hingga seluruh sekolah yang membutuhkan renovasi dapat memperoleh penanganan.* (mt/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sempat Ditawari Kursi Kabinet, Megawati Pilih PDI-P Tetap Jadi Penyeimbang Prabowo
Utang RI Tembus Rp10.293 Triliun, Menkeu: Masih Aman, Kalah dari Singapura
Dari 5 Ribu ke 116 Ribu Followers, Begini Cara Pemko Medan Ubah Citra 'Kota Sejuta Lubang
Cegah Anggaran Asal Alokasi, Pemko Medan Perkuat Penerapan Analisis Standar Belanja
Megawati Sentil Buzzer yang Persoalkan Istilah Penyeimbang PDIP: Nggak Pernah Baca Dia!
Utang Pemerintah Tembus Rp10.293 Triliun per Juni 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru