BREAKING NEWS
Jumat, 14 Agustus 2026

Prabowo Tegaskan Anggota G20 Tak Pantas Ada Rakyat Lapar, Soroti Nasib Petani dan Harga Gabah Anjlok

Adelia Syafitri - Jumat, 14 Agustus 2026 15:57 WIB
Prabowo Tegaskan Anggota G20 Tak Pantas Ada Rakyat Lapar, Soroti Nasib Petani dan Harga Gabah Anjlok
Presiden Prabowo Subianto, dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia sebagai salah satu anggota G20 tidak pantas masih memiliki rakyat yang mengalami kelaparan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo terlebih dahulu menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen. Ia menyebut angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Baca Juga:

Namun, Prabowo menegaskan pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir pemerintah. Menurutnya, pertumbuhan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Di hadapan majelis ini bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita, pertumbuhan tinggi tidak bisa dinikmati oleh rakyat kita kebanyakan, tidak bermanfaat bagi kita," kata Prabowo.

Prabowo menekankan setiap investasi yang masuk ke Indonesia harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan, kualitas hidup rakyat kita terutama rakyat kita yang paling bawah," ujarnya.

Presiden mengatakan pemerintah tidak boleh meninggalkan masyarakat yang masih menghadapi kesulitan. Ia kemudian menyinggung posisi Indonesia sebagai anggota G20 yang menurutnya harus diiringi kemampuan negara memastikan seluruh rakyat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya.

"Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin, kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya, kita tidak boleh membiarkan kelaparan ada di bumi Indonesia, Republik Indonesia. Anggota G20 tidak pantas masih ada rakyat kita yang lapar," tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, kekuatan suatu bangsa juga tercermin dari kemampuan negara menyediakan pangan bagi rakyatnya sendiri. Ia menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi petani, seperti sulitnya memperoleh pupuk, harga gabah yang turun saat panen, hingga aturan yang dinilai berbelit-belit.

"Bangsa yang kuat adalah negara yang mampu memberikan makan rakyatnya sendiri, ketika kami menerima mandat petani masih menghadapi pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang jatuh setiap panen aturan yang berbelit-belit kita harus berani menghadapi kesulitan dan masalah ini," katanya.

Prabowo meminta seluruh pihak tidak saling menyalahkan dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut. Pemerintah, menurutnya, harus fokus mencari solusi dan memastikan birokrasi tidak menghambat kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dubes Swedia Puji Demokrasi RI yang 'Menantang tapi Berhasil', Soroti Keterbukaan Prabowo Akui Kekurangan
Ketua MPR Ahmad Muzani: Program MBG Bukan Sekadar Bagi-Bagi Makanan
Sambut HUT ke-81 RI: Kecamatan Medan Amplas Turun ke Jalan Bagikan 400 Bendera Merah Putih ke Warga dan Pengendara
"Jangan Sekadar Silaturahmi, Foto-Foto, Pulang," Wawali Medan Janji Naikkan Hibah untuk Veteran
'Rumahnya Cuma Gubuk, Tapi Masih Tersenyum,' Prabowo Bicara Keramahan di Balik Kemiskinan Rakyat
IHSG Ditutup Melemah, GOTO Resmi Dikeluarkan dari MSCI Indonesia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru