Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung capaian Danantara dalam memperbaiki tata kelola dan kinerja badan usaha milik negara (BUMN).
Andre menilai capaian tersebut menunjukkan kemitraan antara Komisi VI DPR RI dan Danantara Aset Manajemen berjalan dengan baik, khususnya dalam upaya membenahi perusahaan-perusahaan pelat merah.
"Kami tentu di Komisi VI sangat mengapresiasi pidato Presiden, itu menunjukkan bahwa kemitraan Komisi VI DPR RI dengan Danantara Aset Manajemen sukses. Sukses bagaimana kita bermitra, saling dukung untuk membenahi BUMN-BUMN yang ada," kata Andre di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga:
Menurut Andre, kemitraan tersebut salah satunya terlihat dalam proses streamlining atau penataan dan pengurangan jumlah BUMN yang sedang dilakukan Danantara. Ia menegaskan proses tersebut juga harus tetap memperhatikan keberlangsungan tenaga kerja agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Yang ketiga, membenahi bagaimana meningkatkan kinerja. Dan ini dasarnya adalah perubahan undang-undang BUMN yang kita lakukan yang menghadirkan Danantara dan juga perubahan keduanya untuk lebih menyempurnakan kinerja," ujarnya.
Andre mengaku senang Presiden Prabowo turut memberikan apresiasi terhadap kinerja Danantara yang selama ini bermitra dengan Komisi VI DPR RI.
Pada Jumat (14/8), MPR RI, DPR RI, dan DPD RI menggelar Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI-DPD RI. Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan Presiden Prabowo dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menampilkan video capaian kinerja pemerintah dengan tema HUT ke-81 RI, "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur."
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut pembenahan tata kelola dan kinerja BUMN mulai memberikan hasil signifikan. Salah satunya ditandai dengan setoran dividen BUMN kepada negara yang mencapai Rp142,3 triliun pada 2025 atau meningkat 67 persen dibandingkan 2024.
Prabowo mengatakan peningkatan tersebut terjadi setelah pemerintah melakukan koreksi terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN. Setelah koreksi, keuntungan BUMN pada 2024 tercatat Rp186 triliun dengan dividen yang disetorkan sebesar Rp85,5 triliun.
Sementara pada 2025, keuntungan BUMN mencapai Rp326 triliun atau meningkat 75,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Prabowo menegaskan angka keuntungan tersebut telah melalui pembenahan dan tidak diperoleh melalui permainan angka.
Presiden juga menyoroti peningkatan kontribusi BUMN terhadap negara dengan membandingkan setoran dividen dengan penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan melalui APBN pada tahun yang sama.* (an/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.