Gokil! Tembus 4 Besar Terendah Nasional, Pemprov Sumut Jaga Inflasi 2,71% Lewat Pangan Murah
MEDAN Tingkat inflasi Sumatera Utara (Sumut) tercatat 2,71 persen secara year on year (yoy) pada September 2026. Angka tersebut menempatka
EKONOMI
RUTENG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 27 gempa bumi susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (16/8/2026) siang. Gempa terbesar dalam rentang pemantauan pukul 12.00 hingga 13.00 WITA mencapai magnitudo (M) 4,3.
Berdasarkan rangkuman yang diunggah akun resmi BMKG @infoBMKG, gempa M 4,3 terjadi pada pukul 12.33.25 WITA. Pusat gempa berada sekitar 87 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman 12 kilometer.
Selain gempa M 4,3, BMKG mencatat sejumlah gempa lain dengan kekuatan antara M 2,1 hingga M 4,0 di berbagai wilayah NTT. Sebagian besar lokasi gempa berada di sekitar Manggarai, Nagekeo, Ngada, dan Labuan Bajo.Baca Juga:
Pada pukul 13.00.42 WITA, misalnya, BMKG mencatat gempa M 3,4 yang berlokasi sekitar 61 kilometer timur laut Waingapu, dengan kedalaman 10 kilometer.
Kemudian pada pukul 12.59.19 WITA terjadi gempa M 3,2 sekitar 73 kilometer timur laut Ruteng dengan kedalaman 0 kilometer. Gempa M 3,0 juga tercatat pada pukul 12.58.22 WITA, sekitar 76 kilometer timur laut Ruteng, dengan kedalaman 22 kilometer.
Aktivitas gempa lainnya terjadi di sekitar Nagekeo. Salah satunya gempa M 3,3 pada pukul 12.41.55 WITA yang berlokasi sekitar 46 kilometer barat laut Mbay, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG juga mencatat gempa M 3,0 sekitar 20 kilometer timur laut Bajawa, Ngada, pada pukul 12.40.15 WITA dengan kedalaman 21 kilometer.
Gempa dengan magnitudo M 4,0 tercatat pada pukul 12.16.09 WITA. Pusat gempa berada sekitar 56 kilometer barat laut Larantuka dengan kedalaman 10 kilometer.
Meski aktivitas gempa susulan masih terjadi, BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan seismik di NTT.
Sebelumnya, NTT diguncang gempa besar pada Sabtu (15/8/2026). Gempa tersebut sempat dilaporkan berkekuatan M 7,7 dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data BNPB yang dirilis Sabtu (15/8/2026) hingga pukul 18.48 WIB, sebanyak 47 orang dilaporkan meninggal dunia. Korban tersebar di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ngada, dan Ende.
BNPB juga mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan. Kerusakan turut terjadi pada fasilitas publik, di antaranya 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta arahan petugas di lapangan.* (oz/dh)
MEDAN Tingkat inflasi Sumatera Utara (Sumut) tercatat 2,71 persen secara year on year (yoy) pada September 2026. Angka tersebut menempatka
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) siap berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan unt
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Kota Medan dapat menjadi modal pentin
PARIWISATA
MEDAN Pemerintah Kota Medan mendorong transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) agar tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehata
PEMERINTAHAN
MEDAN MB, perempuan yang sempat viral melalui video pernyataan terkait kematian Winda Lorenza Gowasa, telah memenuhi panggilan penyidik Di
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUHANBATU SELATAN Bus Bintang Utara mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Lab
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) yang mencabut pemb
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memajang tumpukan uang senilai Rp13,2 triliun yang akan diserahkan kepada negara. Uang tersebut merupak
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas bersama sejumlah dokter kecil mempraktikkan cara mencuci tangan pakai sabun dalam pering
KESEHATAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat intervensi pasar untuk menekan harga cabai dan menjaga stabilitas infl
EKONOMI