Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengancam akan menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti lalai dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga menyebabkan kasus keracunan. Khusus Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berstatus aparatur sipil negara (ASN), sanksinya disebut dapat berupa pemecatan tidak dengan hormat.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono menyusul dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa setelah menyantap makanan program MBG di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
"Sanksi bagi pihak yang terbukti lalai tidak hanya berupa pencopotan dari jabatan. Khusus Kepala SPPG yang berstatus ASN pemecatan tidak dengan hormat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN)," ujar Sudaryono dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026).
Baca Juga:
Sudaryono juga membuka kemungkinan proses investigasi kasus tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan dugaan kelalaian atau pelanggaran.
Ia meminta seluruh kepala dapur, petugas, dan pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan MBG memastikan seluruh prosedur operasional standar (SOP) dijalankan secara ketat.
"Ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau enggak bisa, kau mundur," katanya.
Menurut Sudaryono, keamanan pangan dalam program MBG bukan sekadar persoalan teknis operasional dapur. Ia menegaskan kualitas dan keamanan makanan berkaitan langsung dengan keselamatan penerima manfaat.
"Jangan nyawa orang jadi permainan. Kalau enggak mampu jadi kepala dapur, kalau enggak mampu jadi chef, kalau enggak mampu jadi petugas di situ, kau mundur aja. Karena nyawa seseorang enggak bisa dipertaruhkan," tegasnya.
Kasus dugaan keracunan tersebut sebelumnya dialami siswa SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Bersama, dan SMK Negeri 1 Berastagi setelah menyantap makanan MBG pada Kamis (13/8/2026).
Hingga Jumat (14/8/2026), jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan tercatat mencapai 353 orang.
Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, hingga tubuh melemah setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program MBG.
Para siswa yang mengalami keluhan kemudian mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.
BGN sebelumnya juga telah menegaskan pentingnya memastikan makanan yang dibagikan melalui program MBG memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.
Sudaryono mengatakan setiap petugas yang terlibat dalam penyediaan makanan harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, tidak boleh ada kelalaian dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada siswa.
Pemerintah saat ini mendorong evaluasi dan pengawasan lebih ketat terhadap pelaksanaan MBG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Penanganan kasus di Berastagi juga menjadi perhatian untuk memastikan penyebab insiden dapat diketahui dan langkah perbaikan segera dilakukan.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.