BREAKING NEWS
Selasa, 18 Agustus 2026

HUT RI ke-81, Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Kedaulatan Kompetensi Pekerja Indonesia

gusWedha - Senin, 17 Agustus 2026 23:12 WIB
HUT RI ke-81, Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Kedaulatan Kompetensi Pekerja Indonesia
Menaker Yassierli memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Plaza Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. (foto: Dok. Kemnaker)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci penting bagi Indonesia untuk mempercepat industrialisasi dan mencapai kemandirian ekonomi.

Menurut dia, agenda hilirisasi, penguatan industri nasional, hingga ketahanan pangan dan energi membutuhkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan zaman.

Hal itu disampaikan Yassierli saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Plaza Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Baca Juga:

Yassierli mengatakan kemerdekaan memberikan Indonesia kesempatan untuk menentukan sendiri arah pembangunan dan masa depan ekonominya.

Namun, kekayaan sumber daya alam harus dibarengi dengan kemampuan sumber daya manusia untuk mengolahnya menjadi nilai tambah.

"Tidak ada hilirisasi tanpa manusia yang mampu mengerjakannya, tidak ada industrialisasi tanpa pekerja yang kompeten, dan tidak ada kemandirian ekonomi tanpa kekuatan tenaga kerja Indonesia," ujar Yassierli.

Menurut Yassierli, kompetensi tenaga kerja tidak hanya berkaitan dengan persoalan ketenagakerjaan.

Kompetensi pekerja juga menjadi bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi nasional.

Ia menyebut ada empat fokus utama Kementerian Ketenagakerjaan untuk mendukung agenda tersebut.

Pertama, membangun tenaga kerja yang kompeten dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

Upaya ini dilakukan melalui penguatan pelatihan vokasi, pemagangan, sertifikasi kompetensi, serta kerja sama dengan dunia usaha dan industri.

Kemnaker, kata Yassierli, perlu memastikan keterampilan yang diberikan kepada calon pekerja benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.

Hal tersebut semakin penting seiring perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

Digitalisasi, kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), otomasi, transisi energi, hingga munculnya berbagai jenis industri baru ikut mengubah kebutuhan tenaga kerja.

"Kita harus semakin mampu membaca perubahan kebutuhan industri agar sistem pelatihan kita tidak selalu datang terlambat. Sebab pada akhirnya, kedaulatan industri membutuhkan kedaulatan kompetensi," tegasnya.

Fokus kedua adalah membangun pasar kerja yang adaptif.

Pemerintah memperkuat layanan informasi pasar kerja, pencocokan pekerjaan atau job matching, pemagangan, serta program peningkatan dan pembaruan keterampilan melalui upskilling dan reskilling.

Yassierli menyampaikan data Sakernas Mei 2026 yang mencatat sekitar 148 juta penduduk Indonesia telah bekerja.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 4,65 persen.

Menurut dia, data tersebut menunjukkan pentingnya sistem pasar kerja yang mampu mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan industri secara lebih cepat dan tepat.

"Pasar kerja harus mampu mempertemukan orang yang membutuhkan pekerjaan dengan pekerjaan yang membutuhkan kompetensi mereka, secara lebih cepat dan tepat," ujarnya.

Fokus ketiga adalah membangun dunia kerja yang inklusif.

Kemnaker mendorong agar akses terhadap pelatihan, kompetensi, dan pekerjaan layak dapat terbuka lebih luas bagi masyarakat.

Dengan begitu, pertumbuhan industri tidak hanya menghasilkan peningkatan investasi dan produksi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

Adapun fokus keempat berkaitan dengan penguatan regulasi dan hubungan industrial.

Yassierli menilai kemajuan industri harus berjalan bersama dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.

Hubungan industrial yang sehat, menurut dia, menjadi salah satu syarat agar dunia usaha dan pekerja dapat tumbuh bersama.

Karena itu, keberhasilan pembangunan industri tidak cukup hanya diukur dari peningkatan kapasitas produksi.

Kekuatan industri juga harus terlihat dari meningkatnya produktivitas, daya saing, serta kesejahteraan pekerja.

Yassierli mengatakan kebijakan ketenagakerjaan harus memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

Proses tersebut dimulai dari memperoleh keterampilan, mendapatkan pekerjaan, meningkatkan produktivitas, hingga mencapai kehidupan yang lebih sejahtera.

"Tugas kita adalah membuat perjalanan mereka menjadi lebih baik: dari belajar menjadi kompeten, dari kompeten memperoleh pekerjaan, dari bekerja menjadi semakin produktif, dan dari produktivitas memperoleh kehidupan yang semakin sejahtera," pungkasnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa memasuki 81 tahun kemerdekaan, pembangunan Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam.

Indonesia juga membutuhkan tenaga kerja yang mampu menguasai teknologi, memahami perubahan kebutuhan industri, dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.


Di tengah agenda hilirisasi dan transformasi ekonomi, pekerja kompeten menjadi mata rantai penting yang menghubungkan kebijakan industri dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Dengan demikian, industrialisasi bukan hanya soal membangun pabrik dan menarik investasi.

Di balik mesin, teknologi, dan proses produksi, terdapat tenaga kerja yang menentukan sejauh mana agenda tersebut mampu menghasilkan nilai tambah bagi Indonesia.

Bagi Kemnaker, pembangunan kedaulatan kompetensi tenaga kerja Indonesia menjadi salah satu investasi penting untuk memastikan agenda industrialisasi dan kemandirian ekonomi dapat berjalan secara berkelanjutan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Semarak HUT ke-81 RI, 38 Stan Bazar Meriahkan Malam Tasyakuran di Sunrise River Bogor
Meriahkan HUT ke-81 RI, Warga RT 17 Tanjab Timur Gelar Turnamen Lacak
20 Tahun Mengabdi, Kadis Kominfo Medan Arrahmaan Pane Terima Satyalancana Karya Satya
Rico Waas Pimpin Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Lapangan Merdeka, Sejumlah ASN Terima Satyalancana dari Presiden
SBY Nilai Arah Pembangunan Prabowo 2027 Makin Jelas dan Beri Harapan Baru
Mendagri Tito Siapkan Langkah Prioritas untuk Korban Gempa NTT
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru