Kapolri: Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla di Kalimantan Sudah Dikantongi
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
PADANG — Pemerintah Kota Padang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat kolaborasi untuk mempercepat penanganan sejumlah sungai yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Penanganan tersebut diarahkan untuk memperlancar aliran sungai, mengurangi risiko banjir berulang, sekaligus melindungi masyarakat dan kawasan produktif di sekitar aliran sungai.
Baca Juga:Pemkot Padang berperan menyelaraskan data kerusakan, kebutuhan masyarakat, serta dokumen perencanaan pascabencana.
Sementara Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, menyiapkan pekerjaan pengendalian sungai sesuai kewenangannya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga melakukan penanganan awal di sejumlah titik yang terdampak.
Pelaksana Tugas Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi mengatakan penanganan setiap sungai disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
"Untuk Sungai Guo akan dilakukan pembangunan check dam. Kemudian untuk Sungai Marangsi dilakukan normalisasi dan pembangunan kolam retensi. Sedangkan untuk Sungai Kuranji disiapkan pembangunan check dam dan tanggul sungai," kata Reski saat diwawancarai, Kamis (20/8/2026).
Penanganan Sungai Kuranji kini memasuki tahap lelang. BWS Sumatera V Padang menyiapkan satu unit bangunan pengendali sedimen atau check dam serta tanggul sungai sepanjang dua kilometer.
Pembangunan tersebut ditujukan untuk mengurangi gerusan pada badan jalan, kawasan perumahan, dan fasilitas umum yang berada di sekitar aliran Sungai Kuranji.
Sementara di Sungai Guo, penanganan dilakukan melalui normalisasi atau penataan kembali alur sungai dan pembangunan check dam.
Untuk tahap awal, penanganan Sungai Guo dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat.
Penanganan Sungai Guo menjadi penting setelah banjir pada 3 Agustus 2026 menyebabkan tanggul jebol.
Banjir tersebut menggenangi sekitar 30 hektare sawah yang sebelumnya telah direhabilitasi Kementerian Pertanian.
Baca Juga:
Perbaikan sungai diharapkan dapat kembali melindungi lahan pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.
Di Sungai Marangsi, Pemkot Padang telah mengajukan penyesuaian Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna), Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk), Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renaksi), serta Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Penyelarasan dokumen tersebut diperlukan karena penanganan Sungai Marangsi membutuhkan perencanaan dan dukungan anggaran dari sejumlah instansi.
BWS Sumatera V Padang menyiapkan normalisasi Sungai Marangsi sepanjang 2,3 kilometer.
Selain itu, dua kolam retensi akan dibangun untuk menampung sementara limpasan air.
Pekerjaan tersebut diharapkan dapat memperbaiki aliran Sungai Marangsi dan mengurangi risiko genangan di kawasan perkotaan.
Sebelumnya, genangan akibat persoalan aliran sungai berdampak pada sejumlah fasilitas penting, termasuk Kantor Wali Kota Padang, rumah sakit, dan permukiman warga.
Koordinator Wilayah Sumatera Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang mengatakan penanganan sungai merupakan bagian penting dari pemulihan Kota Padang.
Menurut Yopie, kondisi sungai berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas warga.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan kerusakan sungai akibat bencana, tetapi juga memperkuat sistem pengendalian banjir di Kota Padang.
Dengan penanganan yang terencana, kawasan permukiman, fasilitas umum, jalan, dan lahan pertanian di sekitar sungai diharapkan lebih terlindungi dari ancaman banjir berulang.* (ad)
Baca Juga:
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Bidpropam Polda Sumut) menjatuhkan sanksi terhadap dua anggota pol
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau lokasi ratusan rumah yang rusak akibat cuaca ekstrem di Kecamatan Medan Johor, Kot
NASIONAL
TOBA Seorang siswa SMA berinisial GM, 17 tahun, tewas tenggelam di Danau Toba, tepatnya di Pantai Biru, Desa Lumban Silintong, Kecamatan
PERISTIWA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri acara Kenal Pamit Wakapolda Sumatera Utara di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Jum
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung pemutaran film nasional Djamin Setia Selamanya yang mengangkat perjalanan hid
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh pemerintah daerah mempercepat realisasi pembangunan fisik dan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera meminta pemerintah daerah serta kemente
NASIONAL
GAYO LUES Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memperketat evaluasi kinerja Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk mempercepat pemanfaa
NASIONAL