BREAKING NEWS
Jumat, 21 Agustus 2026

Cegah Banjir Berulang, Pemkot Padang dan Kementerian PU Percepat Penanganan 3 Sungai

Raman Krisna - Jumat, 21 Agustus 2026 19:22 WIB
Cegah Banjir Berulang, Pemkot Padang dan Kementerian PU Percepat Penanganan 3 Sungai
Upaya normalisasi sungai di Kota Padang. (foto: dok. Satgas PRR/Pemkot Padang)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANG Pemerintah Kota Padang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat kolaborasi untuk mempercepat penanganan sejumlah sungai yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Penanganan tersebut diarahkan untuk memperlancar aliran sungai, mengurangi risiko banjir berulang, sekaligus melindungi masyarakat dan kawasan produktif di sekitar aliran sungai.

Baca Juga:
Pemkot Padang berperan menyelaraskan data kerusakan, kebutuhan masyarakat, serta dokumen perencanaan pascabencana.

Sementara Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, menyiapkan pekerjaan pengendalian sungai sesuai kewenangannya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga melakukan penanganan awal di sejumlah titik yang terdampak.

Pelaksana Tugas Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi mengatakan penanganan setiap sungai disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

"Untuk Sungai Guo akan dilakukan pembangunan check dam. Kemudian untuk Sungai Marangsi dilakukan normalisasi dan pembangunan kolam retensi. Sedangkan untuk Sungai Kuranji disiapkan pembangunan check dam dan tanggul sungai," kata Reski saat diwawancarai, Kamis (20/8/2026).

Penanganan Sungai Kuranji kini memasuki tahap lelang. BWS Sumatera V Padang menyiapkan satu unit bangunan pengendali sedimen atau check dam serta tanggul sungai sepanjang dua kilometer.

Pembangunan tersebut ditujukan untuk mengurangi gerusan pada badan jalan, kawasan perumahan, dan fasilitas umum yang berada di sekitar aliran Sungai Kuranji.

Sementara di Sungai Guo, penanganan dilakukan melalui normalisasi atau penataan kembali alur sungai dan pembangunan check dam.

Untuk tahap awal, penanganan Sungai Guo dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat.

Pekerjaan lanjutan selanjutnya disiapkan oleh BWS Sumatera V Padang.

Penanganan Sungai Guo menjadi penting setelah banjir pada 3 Agustus 2026 menyebabkan tanggul jebol.

Banjir tersebut menggenangi sekitar 30 hektare sawah yang sebelumnya telah direhabilitasi Kementerian Pertanian.

Baca Juga:

Perbaikan sungai diharapkan dapat kembali melindungi lahan pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

Di Sungai Marangsi, Pemkot Padang telah mengajukan penyesuaian Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna), Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk), Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renaksi), serta Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Penyelarasan dokumen tersebut diperlukan karena penanganan Sungai Marangsi membutuhkan perencanaan dan dukungan anggaran dari sejumlah instansi.

BWS Sumatera V Padang menyiapkan normalisasi Sungai Marangsi sepanjang 2,3 kilometer.

Selain itu, dua kolam retensi akan dibangun untuk menampung sementara limpasan air.

Pekerjaan tersebut diharapkan dapat memperbaiki aliran Sungai Marangsi dan mengurangi risiko genangan di kawasan perkotaan.

Sebelumnya, genangan akibat persoalan aliran sungai berdampak pada sejumlah fasilitas penting, termasuk Kantor Wali Kota Padang, rumah sakit, dan permukiman warga.

Koordinator Wilayah Sumatera Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang mengatakan penanganan sungai merupakan bagian penting dari pemulihan Kota Padang.

Menurut Yopie, kondisi sungai berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas warga.

"Yang kita harapkan tentunya penanganan ini bisa memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama dalam mengurangi risiko banjir dan memastikan kawasan yang terdampak dapat kembali aman," kata Yopie.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan kerusakan sungai akibat bencana, tetapi juga memperkuat sistem pengendalian banjir di Kota Padang.

Dengan penanganan yang terencana, kawasan permukiman, fasilitas umum, jalan, dan lahan pertanian di sekitar sungai diharapkan lebih terlindungi dari ancaman banjir berulang.* (ad)

Baca Juga:

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Waktu Tinggal 4 Bulan, Tito Karnavian Minta Anggaran Pemulihan Bencana Sumatera Segera Dibelanjakan
Serapan Baru 38,81 Persen, Pemkab Gayo Lues Perketat Evaluasi Dana Tambahan TKD Rp24,9 Miliar
Rico Waas Minta CSR Perbankan Tak Sekadar Bantuan, Harus Tinggalkan Legacy untuk Medan
Pemko Medan Dorong Car Free Night Kesawan Jadi Magnet Wisata dan Penggerak UMKM
Kabut Asap Makin Parah, Malaysia Siapkan Jalur Ini ke Indonesia
Ketua Komisi VIII DPR Sentil Malaysia-Singapura soal Karhutla: Jangan Hanya Protes, Dia Juga Punya Kebun Sawit di Indonesia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru