BREAKING NEWS
Kamis, 08 Oktober 2026

BWS Sumatera I Perkuat Tepian Sungai Aih Bobo Gayo Lues, Cegah Erosi dan Banjir Bandang

Raman Krisna - Sabtu, 22 Agustus 2026 19:20 WIB
BWS Sumatera I Perkuat Tepian Sungai Aih Bobo Gayo Lues, Cegah Erosi dan Banjir Bandang
Penguatan tepian sungai Aih Bobo di Gayo Lues. (foto: dok. Satgas PRR/Kudus Purnomo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GAYO LUES — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menuntaskan penguatan tepian Sungai Aih Bobo di Desa Aih Bobo dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai langkah tanggap darurat untuk melindungi permukiman, lahan pertanian, dan akses warga dari ancaman erosi, luapan sungai, hingga banjir bandang.

Penguatan tepian sungai dilakukan dengan memasang bronjong, yakni anyaman kawat yang diisi batu dan berfungsi menahan serta memperkuat sisi sungai agar tidak mudah tergerus aliran air.

Baca Juga:

Site Manager Operasional Hutama Karya Peri mengatakan pekerjaan penguatan di kedua sisi Sungai Aih Bobo berlangsung sejak awal Februari hingga awal Agustus 2026.

"Awal kita beri tanggul tanah. Setelah itu, lanjut ke bronjong dengan lebih kurang 1 kilometer, tinggi 2,5 meter, lebar ada 3 meter, untuk memproteksi air agar dinding sungai tidak rusak," kata Peri.

Penguatan tepian Sungai Aih Bobo dilakukan setelah luapan sungai saat bencana hidrometeorologi sebelumnya merusak lahan pertanian dan berdampak terhadap sejumlah rumah warga.

Karena itu, pemasangan bronjong dipilih untuk memberikan perlindungan awal terhadap kawasan yang berada di sekitar aliran sungai.

"Jadi lokasi ini pas waktu bencana itu lahan pertanian rusak dan juga ada mengenai rumah warga. Jadi ini kami protek, dinding sungai ini. Itu kita menggunakan bronjong karena secara teknik itu yang lebih ideal," ujar Peri.

Pengawas Lapangan BWS Sumatera I Fahried Wajidi mengatakan penanganan tanggap darurat tidak hanya dilakukan di Sungai Aih Bobo.

Pekerjaan serupa juga dilakukan di empat titik lain yang berada di Kecamatan Rikit Gaib, Dabun Gelang, dan Putri Betung.

Secara keseluruhan, lima titik penguatan tepian sungai tersebut telah mencapai progres fisik 99 persen.

"Pascabencana di setiap titik itu kita lakukan pemasangan bronjong karena ini sifatnya tanggap darurat, artinya sementara," kata Fahried saat meninjau Sungai Aih Bobo bersama Satgas PRR, Jumat, 21 Agustus 2026.

Kelima titik penanganan tersebut didukung anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp137 miliar.

Struktur pelindung sungai diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat ketika curah hujan meningkat.

Selain melindungi permukiman, penguatan tersebut diharapkan dapat menjaga lahan pertanian serta akses mobilitas warga yang berada di sekitar sungai.

Sementara itu, Perwakilan Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR) dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, menilai pemulihan pascabencana di Gayo Lues membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah.

Menurut Imran, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dan Pemerintah Provinsi Aceh perlu melengkapi program rehabilitasi dan rekonstruksi yang masih berjalan.

Ia mencatat masih terdapat sejumlah jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi maupun kabupaten yang belum ditangani.

Di antaranya akses yang rusak di wilayah Pining dan Pintu Rime.

Padahal, alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat telah dikucurkan kepada pemerintah daerah.

"Kami berharap untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah tersusun di dalam Renduk, sudah ada pemisahan yang jelas antara Renduk pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Kita berharap implementasinya dapat saling bersinergi untuk memperbaiki wilayah antara Lokop dan Blangkejeren di Gayo Lues," kata Imran.

Penguatan tepian Sungai Aih Bobo menjadi salah satu bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Gayo Lues.

Pemerintah berharap penanganan tersebut dapat mengurangi risiko kerusakan apabila terjadi peningkatan debit air dan hujan dengan intensitas tinggi.* (ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Semarak HUT ke-81 RI: Pemdes Bogak Gelar Lomba Ranking #1, Dorong Anak Cintai Pendidikan
4 Korporasi Diselidiki Terkait Karhutla Kalbar, Pemerintah Ancam Cabut Izin
Kalimantan dan Bali Bakal Punya Jalur Kereta Api? Ini Penjelasan KAI
Ini Alasan Baliho Ultah Jokowi di Solo Dipersoalkan
Tinjau Karhutla Kalsel, KSAL Muhammad Ali: Tidak Separah yang Viral di Media Sosial
Bobby Nasution Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Transformasi Digital yang Aman dan Beretika
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru