BREAKING NEWS
Senin, 24 Agustus 2026

Prabowo Turun Langsung Pantau Karhutla Sumatra Hari Ini, Riau Jadi Lokasi Pertama

Administrator - Senin, 24 Agustus 2026 10:07 WIB
Prabowo Turun Langsung Pantau Karhutla Sumatra Hari Ini, Riau Jadi Lokasi Pertama
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu, 22 Agustus 2026. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan kerja untuk meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di wilayah Sumatra pada Senin, 24 Agustus 2026.

Kunjungan ini dilakukan setelah Prabowo meninjau kondisi karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada akhir pekan lalu.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan kunjungan Presiden akan dimulai dari Provinsi Riau.

Baca Juga:

Peninjauan tersebut bertujuan memastikan penanganan karhutla berlangsung cepat dan terkoordinasi.

"Akan dimulai dari Provinsi Riau, untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terpadu, dan efektif," kata Prasetyo Hadi pada Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Prasetyo, pemerintah akan memperluas fokus penanganan karhutla ke sejumlah wilayah di Sumatra.

Daerah yang menjadi perhatian utama antara lain Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, terdapat 2.894 hotspot yang tersebar di 10 provinsi di Sumatra.

Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 1.410 titik.

Selanjutnya, Riau tercatat memiliki 480 titik panas dan Jambi sebanyak 425 titik.

Luas lahan yang terbakar di 10 provinsi di Sumatra sepanjang 2026 tercatat mencapai 36.047,64 hektare.

Karhutla menjadi perhatian pemerintah karena kebakaran tidak hanya mengancam kawasan hutan dan lahan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat akibat munculnya kabut asap.

Sebelumnya, kunjungan Prabowo ke Kalimantan menghasilkan sejumlah langkah percepatan penanganan karhutla.

Pemerintah menambah armada water bombing untuk membantu pemadaman dari udara.


Penebalan personel di darat juga dilakukan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, dan Manggala Agni.

Pemerintah turut menyiagakan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Prasetyo mengatakan Presiden juga telah memberikan instruksi agar penegakan hukum dilakukan secara tegas terhadap pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran atau lalai menjaga areal yang menjadi tanggung jawabnya.

"Selain itu, Presiden juga telah menginstruksikan tindakan tegas tanpa kompromi, di mana aparat penegak hukum telah memulai proses penyelidikan terhadap sejumlah area konsesi korporasi yang terbukti terbakar maupun lalai dalam menjaga lahannya," kata politikus Partai Gerindra tersebut.

Presiden juga meminta aparat mencegah munculnya titik api baru dan memastikan masyarakat terlindungi dari dampak karhutla.

Pemerintah turut memantau kualitas udara di wilayah yang terdampak asap.

Pekanbaru tercatat memiliki indeks kualitas udara atau AQI sebesar 225 yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Sementara itu, AQI di Jambi berada pada angka 187 dan Palembang mencapai 180.

Kondisi tersebut membuat pemantauan kualitas udara menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla.

Pemerintah perlu memastikan masyarakat memperoleh perlindungan, terutama kelompok yang rentan terhadap dampak buruk asap.

Selain itu, kawasan lahan gambut mendapat perhatian khusus.

Api di lahan gambut dapat merambat di bawah permukaan tanah dan kembali muncul meski api di permukaan telah dipadamkan.

Karena itu, penanganan di kawasan gambut membutuhkan proses pemadaman, pembasahan, dan penyisiran secara berulang.

Pengawasan terhadap areal konsesi juga akan diperkuat untuk mencegah kebakaran meluas.

Pemerintah juga memastikan penegakan hukum dilakukan terhadap pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran maupun membiarkan terjadinya karhutla di wilayah tanggung jawabnya.* (bb/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintahan yang Adil Tidak Alergi Kritik
SKK Migas dan Polda Kaltim Perkuat Pengamanan Hulu Migas, 62 Personel Jaga 7 Wilayah Operasi
Harga Beras Tembus Rp17 Ribu per Kg di Sumut, DPRD Desak Pemerintah Turun Tangan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan Juara Umum Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan
128 ASN Adu Nyali di Atas Danau Cadika, Lomba Pukul Bantal Bikin Penonton Pecah
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Adu Masak Nasi Goreng, Zakiyuddin: Pertama Kali dalam Hidup Saya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru