BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

Menteri Luar Negeri Swedia Terpaksa Kabur dari Parlemen Usai Dilempari Sayuran Saat Debat Panas

BITVonline.com - Jumat, 04 Oktober 2024 09:48 WIB
Menteri Luar Negeri Swedia Terpaksa Kabur dari Parlemen Usai Dilempari Sayuran Saat Debat Panas
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Stockholm, 4 Oktober 2024 – Insiden tak terduga terjadi di gedung parlemen Swedia pada Kamis (3/10/2024), ketika Menteri Luar Negeri yang baru diangkat, Maria Malmer Stenergard, melarikan diri setelah dilempari tomat dan bawang merah oleh sekelompok aktivis pro-Palestina. Kejadian ini terjadi di tengah perdebatan mengenai bagaimana Swedia harus memberikan suara dalam referendum PBB terkait Israel dan wilayah pendudukan Tepi Barat di Palestina.

Situasi menjadi tegang ketika Stenergard sedang menjawab pertanyaan tentang kondisi warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Tiba-tiba, penonton yang berada di tribun mulai berteriak dan melemparkan sayuran ke arah menteri. Menurut laporan dari surat kabar Dagens Nyheter, pemimpin Riksdag, Ann-Sofie Malm, mengonfirmasi bahwa para aktivis tersebut memiliki tangan bercat merah, simbol protes terhadap kebijakan Israel.

Dalam sebuah wawancara dengan Dagens Nyheter setelah insiden, Stenergard menyatakan, “Anda harus dapat berpartisipasi dalam percakapan selama debat tanpa ada hal-hal yang dilontarkan kepada Anda. Apalagi di aula Riksdag yang merupakan ruangan perwakilan terpilih.” Ungkapan ini mencerminkan kekecewaan dan kekhawatirannya terhadap keamanan dan integritas proses politik di Swedia.

Baca Juga:

Perdebatan pun terhenti seiring dengan kekacauan yang terjadi, sementara polisi setempat melaporkan telah menangkap tiga orang yang terlibat dalam aksi protes tersebut. Tindakan ini menunjukkan bahwa meskipun ada kebebasan berekspresi, tindakan yang mengganggu jalannya proses legislasi tidak akan ditoleransi.

Dalam tinjauan lebih lanjut, pengunjung yang masuk ke Riksdag hanya diperbolehkan membawa buku catatan, namun sayuran yang dilemparkan oleh para aktivis tersebut tampaknya tidak terdeteksi dalam pemeriksaan keamanan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur keamanan yang ada di gedung parlemen, yang seharusnya mampu mencegah insiden serupa di masa depan.

Baca Juga:

Perdana Menteri Ulf Kristersson menanggapi insiden ini dengan menyerukan perlunya tindakan keamanan yang lebih ketat di gedung parlemen. Ia mengatakan, “Saya mengharapkan analisis menyeluruh tentang bagaimana hal ini bisa terjadi dan tindakan yang lebih kuat untuk menjaga keselamatan perwakilan terpilih di aula.” Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa lingkungan politik tetap aman bagi semua anggota parlemen.

Insiden ini menggambarkan ketegangan yang terus berlanjut terkait isu Palestina-Israel di Swedia, di mana masyarakat semakin vokal dalam menyuarakan pendapat mereka. Aksi protes semacam ini menunjukkan bahwa banyak warga Swedia, terutama aktivis, merasa kuat dalam mengekspresikan dukungan mereka terhadap rakyat Palestina, meskipun cara yang digunakan menuai kontroversi.

Kejadian ini menjadi sorotan bukan hanya bagi dunia politik Swedia, tetapi juga bagi media internasional, yang mencatat bagaimana debat yang seharusnya berlangsung dengan damai dapat berubah menjadi momen kekacauan. Dengan meningkatnya ketegangan politik dan sosial seputar isu ini, langkah-langkah selanjutnya dari pemerintah dan institusi terkait akan sangat dinantikan oleh publik.(N/014)

0 komentar
Tags
beritaTerkait
Uya Kuya Sampaikan Permohonan Maaf Tulus untuk Masyarakat Indonesia
Amir Hamzah: Prabowo Berisiko Terjebak Skema Politik Geng Solo, Mirip Skenario Jatuhnya Orde Baru 1998
Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Tapanuli Selatan, Kuasa Hukum Percaya Polres Tapsel Akan Bertindak Tegas
Ormas Islam Siap Sinergi dengan Prabowo untuk Ajak Warga Tenang dan Jaga Kondusifitas Pasca-Kericuhan
Arus Lalu Lintas di Kawasan Polda Metro Jaya Kembali Lancar Pasca Demonstrasi BEM UI dan BEM SI
TikTok Hentikan Fitur Live di Indonesia Terkait Kondisi Keamanan Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru