BREAKING NEWS
Rabu, 14 Oktober 2026

Kakek Prabowo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Tim Bakal Riset ke Belanda

Adelia Syafitri - Senin, 24 Agustus 2026 17:27 WIB
Kakek Prabowo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Tim Bakal Riset ke Belanda
Raden Mas (RM) Margono Djojohadikusumo dan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: wikipedia dan BPMI Setpres/Cahyo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANYUMAS - Upaya mengusulkan Raden Mas (RM) Margono Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional terus dimatangkan. Yayasan Serulingmas bersama tim akademisi kini menelusuri berbagai arsip, termasuk rencana riset langsung ke Belanda untuk memperkuat bukti sejarah mengenai kiprah RM Margono.

RM Margono merupakan kakek Presiden Prabowo Subianto. Ia lahir di Purwokerto, Banyumas, pada 16 Mei 1894 dan meninggal dunia di Jakarta pada 25 Juli 1978.

Ketua Umum Serulingmas Wisnu Suhardono mengatakan pihaknya telah mempersiapkan dokumen pengusulan gelar Pahlawan Nasional selama lebih dari 1,5 tahun.

Baca Juga:

"Acara hari ini juga dalam rangka mengusulkan agar RM Margono jadi pahlawan nasional. Sudah 1,5 tahun lebih berupaya mengusulkan," ujar Wisnu dalam kegiatan doa bersama di makam RM Margono, Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, dikutip Senin (24/8/2026).

Untuk melengkapi penelitian, tim pengusul berencana datang ke Belanda guna menelusuri arsip yang berkaitan dengan perjalanan RM Margono ketika menjalankan tugas profesional di negara tersebut.

"Termasuk tim juga akan datang ke Belanda selama almarhum bekerja di Belanda," kata Wisnu.

Penelusuran arsip di luar negeri dilakukan untuk memvalidasi jejak sejarah RM Margono dari sumber primer dan internasional. Tim tidak hanya mengandalkan dokumen yang telah ditemukan di Indonesia.

Sebelum riset ke Belanda, tim akademik telah menelusuri sejumlah arsip di dalam negeri. Penelitian melibatkan Perpustakaan Nasional, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), KITLV Jakarta serta arsip historis BNI.

Peneliti tim kajian UIN Jakarta, Dr Titik Nurhayati, mengatakan pengumpulan data difokuskan pada sumber primer dan sekunder yang dapat menggambarkan perjalanan hidup RM Margono sejak masa kolonial hingga awal kemerdekaan.

"Langkah ini dilakukan untuk menginventarisasi surat kabar sezaman, dokumen biografi ilmiah, serta catatan perjalanan beliau sejak masa kolonial hingga awal kemerdekaan," terang Titik.

Penelitian juga dilengkapi verifikasi lapangan di sejumlah daerah, antara lain Madiun, Malang, Cilacap dan Banyumas. Data tersebut akan digunakan untuk menyusun rekonstruksi biografi RM Margono secara menyeluruh.

Yayasan Serulingmas juga menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (FEB UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta untuk memperkuat naskah akademik pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Ibnu Qizam mengatakan penelitian akan dilakukan melalui dua kelompok kerja, yakni tim peneliti dan tim kajian akademis.

"Perjalanan sejarah RM Margono harus dilihat secara utuh dan berkesinambungan," ujar Ibnu.

Menurut Ibnu, pengusulan gelar Pahlawan Nasional tidak cukup hanya dengan mengumpulkan dokumen sejarah. Hasil penelitian juga perlu dikomunikasikan melalui publikasi dan diseminasi ilmiah agar kontribusi tokoh yang diusulkan dapat dipahami masyarakat secara lebih luas.

"Ini penting untuk memberikan kemantapan agar usulan kita dapat diterima dengan baik oleh Pemerintah Pusat," tegasnya.

Wisnu mengatakan pihaknya sengaja menggandeng akademisi agar usulan RM Margono memiliki dasar historis, akademik dan metodologi yang kuat, bukan semata-mata berdasarkan aspirasi masyarakat.

"Kita menggandeng teman-teman yang mempunyai keahlian khusus untuk membuat pengusulan ini," katanya.

Tim pengusul menargetkan penyempurnaan naskah akademik usulan RM Margono sebagai Pahlawan Nasional selesai sebelum November 2026.

"Target kami adalah penyempurnaan naskah akademik ini selesai sebelum November," ujar Wisnu.

RM Margono Djojohadikusumo dikenal sebagai tokoh yang memiliki peran dalam perjalanan ekonomi Indonesia dan sejarah awal pembangunan kelembagaan perbankan nasional. Penelusuran arsip yang dilakukan tim diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kontribusi serta perjalanan hidupnya sebagai dasar pengusulan gelar Pahlawan Nasional.* (k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jejak Raja Sisingamangaraja XII di Sionom Hudon, Basis Perjuangan yang Masih Menyimpan Misteri Makam Sang Pahlawan
Drama Adu Penalti Warnai Piala Dunia 2026! Maroko Singkirkan Belanda dan Lolos ke 16 Besar
Sejarah Suku Melayu Deli di Medan, Berakar dari Kesultanan Deli dan Perkembangan Budaya Pesisir
Belanda Kunci Status Juara Grup F Usai Hajar Tunisia 3-1
Dubes Belanda: Sepak Bola Jadi Jembatan Kedekatan Emosional Belanda–Indonesia, Soroti Ikatan Maluku
Belanda Pesta Gol 5-1 atas Swedia, Dominasi Total di Piala Dunia 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru