Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Yassierli mengatakan pengalaman tersebut penting agar peserta magang memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai dunia kerja.
"Peserta magang perlu memahami sejak awal bahwa bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas. Mereka juga harus belajar bagaimana suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih baik, lebih efisien, lebih berkualitas, dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi," kata Yassierli.
Menurutnya, pemahaman mengenai produktivitas perlu ditanamkan sejak seseorang memasuki dunia kerja. Dengan begitu, budaya perbaikan berkelanjutan dapat tumbuh sejak awal dan tidak berhenti pada pencapaian target pekerjaan.
Kemnaker memandang peningkatan produktivitas semakin penting di tengah perubahan teknologi, dinamika pasar tenaga kerja serta agenda Indonesia Emas 2045.
Dalam kondisi tersebut, produktivitas tidak hanya menjadi indikator kinerja perusahaan, tetapi juga bagian dari budaya kerja yang perlu dibangun secara konsisten.
Perkembangan teknologi juga menuntut perusahaan dan pekerja terus beradaptasi. Sistem kerja yang tidak efisien dinilai berpotensi menghambat daya saing, sedangkan proses yang terus diperbaiki dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan nilai tambah.
Melalui program percontohan ini, Kemnaker menargetkan terbentuknya model pendampingan produktivitas perusahaan yang sistematis, terukur dan terintegrasi. Model tersebut nantinya diharapkan dapat diterapkan lebih luas pada sektor dan perusahaan lainnya.
Bagi Kemnaker, peningkatan produktivitas bukan sekadar mengejar kenaikan output perusahaan. Program ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang mampu menghubungkan kompetensi pekerja, efisiensi proses, pemanfaatan teknologi dan peningkatan daya saing ekonomi nasional.* (dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.