Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai September hingga November 2026. Program tersebut menyasar perusahaan dari sektor manufaktur, pelayanan kesehatan dan perhotelan.
Pendampingan dilakukan untuk membenahi sistem serta proses kerja di masing-masing perusahaan. Kemnaker menilai peningkatan produktivitas tidak cukup hanya dengan meningkatkan kompetensi pekerja, tetapi juga perlu dibarengi pembenahan tata kelola, pemanfaatan teknologi dan budaya kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan produktivitas perusahaan harus dibangun melalui perbaikan yang menyeluruh.Baca Juga:
"Kompetensi tenaga kerja harus terhubung dengan produktivitas perusahaan. Ketika kompetensi meningkat, proses kerja membaik, teknologi dimanfaatkan secara optimal, dan budaya continuous improvement tumbuh, maka daya saing perusahaan dan perekonomian nasional juga akan meningkat," ujar Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (23/8/2026).
Program tersebut melibatkan sedikitnya 25 spesialis produktivitas terlatih, 20 instruktur dan 20 peserta Program Pemagangan Nasional.
Kemnaker menerapkan pendekatan company-based productivity improvement. Dengan pendekatan ini, pembenahan tidak dilakukan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan persoalan serta kebutuhan masing-masing perusahaan.
Tahap awal pendampingan dilakukan melalui pengukuran baseline dan diagnosis produktivitas. Dari proses tersebut, tim akan mengidentifikasi akar persoalan sebelum menyusun rencana peningkatan produktivitas.
Setelah itu, perusahaan akan menjalani tahap penerapan perbaikan, monitoring hingga evaluasi untuk melihat dampak dari intervensi yang dilakukan.
Bentuk perbaikan dapat berbeda pada setiap perusahaan. Langkah yang disiapkan mencakup peningkatan efisiensi proses kerja, perbaikan kualitas layanan, pengurangan pemborosan, penataan tempat kerja, optimalisasi sumber daya manusia, digitalisasi proses hingga peningkatan mutu produksi dan pelayanan.
Kemnaker menilai pendekatan tersebut menempatkan produktivitas sebagai hasil dari pembenahan sistem perusahaan secara menyeluruh, bukan semata-mata tanggung jawab pekerja.
Program ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta Pemagangan Nasional. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman bekerja, tetapi juga belajar mengenai proses identifikasi masalah dan penerapan perbaikan di lingkungan perusahaan.
Mereka akan berinteraksi langsung dengan perusahaan, instruktur serta spesialis produktivitas selama pendampingan berlangsung.
Yassierli mengatakan pengalaman tersebut penting agar peserta magang memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai dunia kerja.
"Peserta magang perlu memahami sejak awal bahwa bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas. Mereka juga harus belajar bagaimana suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih baik, lebih efisien, lebih berkualitas, dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi," kata Yassierli.
Menurutnya, pemahaman mengenai produktivitas perlu ditanamkan sejak seseorang memasuki dunia kerja. Dengan begitu, budaya perbaikan berkelanjutan dapat tumbuh sejak awal dan tidak berhenti pada pencapaian target pekerjaan.
Kemnaker memandang peningkatan produktivitas semakin penting di tengah perubahan teknologi, dinamika pasar tenaga kerja serta agenda Indonesia Emas 2045.
Dalam kondisi tersebut, produktivitas tidak hanya menjadi indikator kinerja perusahaan, tetapi juga bagian dari budaya kerja yang perlu dibangun secara konsisten.
Perkembangan teknologi juga menuntut perusahaan dan pekerja terus beradaptasi. Sistem kerja yang tidak efisien dinilai berpotensi menghambat daya saing, sedangkan proses yang terus diperbaiki dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan nilai tambah.
Melalui program percontohan ini, Kemnaker menargetkan terbentuknya model pendampingan produktivitas perusahaan yang sistematis, terukur dan terintegrasi. Model tersebut nantinya diharapkan dapat diterapkan lebih luas pada sektor dan perusahaan lainnya.
Bagi Kemnaker, peningkatan produktivitas bukan sekadar mengejar kenaikan output perusahaan. Program ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang mampu menghubungkan kompetensi pekerja, efisiensi proses, pemanfaatan teknologi dan peningkatan daya saing ekonomi nasional.* (dh)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL