BREAKING NEWS
Senin, 24 Agustus 2026

Sikat Habis Pemodal Hitam! DPR Desak Bareskrim Polri Bongkar Korporasi Sawit di Balik Karhutla

Administrator - Senin, 24 Agustus 2026 21:59 WIB
Sikat Habis Pemodal Hitam! DPR Desak Bareskrim Polri Bongkar Korporasi Sawit di Balik Karhutla
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI-P I Wayan Sudirta. (Foto: jpnn)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI-P I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untuk membuka perkebunan sawit. Ia mendesak Bareskrim Polri tidak berhenti pada pelaku lapangan dan membongkar pihak korporasi yang diduga berada di balik praktik tersebut.

Wayan menilai pembakaran hutan untuk kepentingan ekonomi merupakan tindakan serius karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.

"Kejahatan yang luar biasa, keji, tanpa berperikemanusiaan. Orang bisa salah, tapi jangan lupa perikemanusiaan tetap tidak boleh dilepaskan dari diri seseorang, betapapun profesinya sebagai pengusaha misalnya," kata Wayan saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Baca Juga:

Menurut Wayan, praktik pembakaran lahan diduga dipilih sebagian pelaku karena dapat menekan biaya pembukaan lahan untuk perkebunan. Namun, cara tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan dan menghasilkan asap yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

"Dengan asap yang luar biasa pekat, orang bisa menjadi batuk, pernapasan terganggu, mengganggu kesehatan lain. Orang yang sudah menderita gangguan yang lain ditambah dengan pernapasan seperti ini bisa fatal akibatnya," ujarnya.

Wayan meminta Bareskrim Polri menindak seluruh pihak yang terlibat dalam kasus karhutla, termasuk apabila ditemukan korporasi yang menjadi pengendali maupun pihak yang memberikan dukungan terhadap aksi pembakaran.

"Isu yang beredar, ada bos-bos di belakangnya, isu yang beredar ada korporasi di belakangnya. Sekarang jangan sekadar menjadi isu, bongkar korporasi yang terlibat! Hukum seberat-beratnya, denda seberat-beratnya. Jangan berikan keistimewaan mereka," tegasnya.

Dia juga menyoroti kemungkinan adanya pelaku lapangan yang hanya menjadi pihak yang dikorbankan, sementara aktor utama dan pihak yang diduga membekingi kegiatan tersebut tidak tersentuh proses hukum.

"Jangan hanya bicara di mulut, hanya omon-omon, tapi buktikan Mabes Polri bisa mewakili rakyat, melindungi rakyat dengan cara memberantas mereka yang seolah-olah bekerja dengan pikiran suci, tapi sesungguhnya dia mengorbankan keselamatan rakyat," sambung Wayan.

Komisi III DPR, kata Wayan, akan memanggil Polri untuk meminta penjelasan mengenai penanganan perkara karhutla yang kini ditangani di sejumlah daerah.

Dia ingin Polri memberikan informasi secara transparan mengenai pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka maupun mereka yang masih berstatus diperiksa.

"Supaya masyarakat bisa memberi masukan. Karena dengan informasi yang ada sekarang, media memuat berita ini besar-besaran, pastilah masyarakat berinisiatif akan memberikan laporan-laporan tambahan," katanya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Uji Ketegasan Prabowo
Tembak Wisatawan Turki di Bali, Bos Gangster Meksiko Ditangkap Polisi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru