BREAKING NEWS
Selasa, 25 Agustus 2026

Prabowo Kobarkan Ambisi Surya 100 GWp dari Bali, Kejar Rampung 2029

Dharma - Selasa, 25 Agustus 2026 15:24 WIB
Prabowo Kobarkan Ambisi Surya 100 GWp dari Bali, Kejar Rampung 2029
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JEMBRANA - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Prabowo tiba di lokasi peluncuran sekitar pukul 14.30 WIB dan disambut sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Setelah itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan sambutan.

Baca Juga:

Bahlil mengatakan pengembangan energi bersih penting untuk mendukung Bali sebagai destinasi pariwisata. Menurutnya, penggunaan energi bersih dapat menjadi bagian dari upaya menjaga citra Bali sekaligus memperkuat ketahanan energi.

"Bali ini memang sudah sekian lama merencanakan untuk menarik pariwisata yang baik, maka harus memakai energi yang bersih dan kehadiran Bapak Presiden hari ini menunjukkan kecintaan Bapak Presiden kepada Bali dan Indonesia pada umumnya," kata Bahlil.

Sementara itu, Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air.

Pemerintah menargetkan pembangunan 100 GWp PLTS dapat dipercepat dan selesai pada 2029. Program tersebut diproyeksikan menghasilkan efisiensi biaya listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun.

Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus menghentikan 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Indonesia sendiri disebut memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp. Namun, kapasitas PLTS yang telah terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp.

Pembangunan PLTS 100 GWp akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama menargetkan kapasitas 17 GWp, kemudian tahap kedua 18 GWp dan tahap ketiga 30 GWp.

Selain pembangunan pembangkit skala besar, pemerintah juga memperluas akses listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Sepanjang 2025, pemerintah membangun 15 pembangkit EBT yang terdiri atas 12 PLTS dan tiga pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Total nilai pembangunan mencapai Rp103,3 miliar dan melayani 1.831 kepala keluarga serta 131 fasilitas umum.

Pada 2026, pembangunan dilanjutkan melalui 39 lokasi PLTS Terpadu di wilayah 3T yang ditujukan untuk melayani 4.259 rumah tangga dengan nilai investasi Rp450,2 miliar. Pemerintah juga membangun tiga lokasi PLTMH untuk 464 rumah tangga dengan nilai Rp50,4 miliar.

Program listrik desa juga telah menjangkau 1.403 lokasi di 36 provinsi. Sebanyak 220.845 rumah tangga tidak mampu tercatat menerima manfaat Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Pemerintah menilai program PLTS 100 GWp tidak hanya berorientasi pada ketahanan energi, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Investasi akan diarahkan pada pembangunan pembangkit, baterai dan jaringan, sekaligus memperkuat industri solar photovoltaic (solar PV) dalam negeri.

Program tersebut juga diharapkan membuka lebih banyak lapangan kerja hijau atau green jobs. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, terdapat proyeksi sekitar 1,7 juta lapangan pekerjaan, dengan lebih dari 760 ribu di antaranya berpotensi menjadi green jobs.

Dengan target pembangunan hingga 2029, pemerintah berharap PLTS 100 GWp menjadi salah satu fondasi utama transformasi energi Indonesia menuju sistem kelistrikan yang lebih bersih, efisien dan berkelanjutan.* (mt/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jelang Aksi 27 Agustus, Massa dari Pati dan Bangkalan Bersiap ke Jakarta Bawa Tuntutan Berbeda
Jokowi Diam Saat Budi Arie Singgung Potensi Pemerintahan Prabowo Tak Sampai 2029
Budi Arie Bicara soal Percepatan Pemilu 2029, Ini Respons Gerindra
Menkop Ferry: Lokasi Kopdes Merah Putih Dipilih Lewat Musyawarah Desa
Prabowo Akan Groundbreaking PLTS 100 GWp di Bali Hari Ini
Mentan Amran Siapkan 500 Hektare untuk Pengembangan Kopi Arabika di Puncak Papua
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru