Kejar-kejaran Subuh di Medan! Polsek Sunggal Sikat 5 Remaja Geng Motor, Sajam 1 Meter Disita
MEDAN Tim Patroli Siaga Reserse Polsek Sunggal mengamankan lima remaja yang diduga terlibat tawuran antargeng motor di kawasan Jalan Sun
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan tingkat bantuan sosial (bansos) yang salah sasaran sempat mencapai 77,6%. Kini, angka tersebut disebut berhasil ditekan menjadi di bawah 5% melalui pemanfaatan teknologi digital dan integrasi data pemerintah.
Luhut menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
"Ketika kami melakukan uji coba di Banyuwangi, kami memahami bansos atau transfer tunai yang tidak tepat sasaran sekitar 77,6 persen," kata Luhut.Baca Juga:
Menurut Luhut, tingginya angka ketidaktepatan sasaran tersebut menunjukkan masih terdapat persoalan dalam sistem penyaluran bantuan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Pemerintah kemudian mengembangkan sistem digital untuk meningkatkan ketepatan penyaluran bansos. Dengan sistem tersebut, data calon penerima dapat diperiksa dan dicocokkan dengan berbagai basis data pemerintah.
"Anda bisa membayangkan betapa besarnya angka ketidaktepatan sasaran tersebut. Namun hari ini, kita telah menyelesaikannya sehingga angka kesalahan tersebut bisa ditekan hingga di bawah 5 persen," ujarnya.
Pemerintah menargetkan tingkat ketepatan penyaluran bansos dapat mencapai lebih dari 90% pada akhir 2026. Target tersebut diupayakan melalui integrasi berbagai data pemerintah sehingga kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat dipetakan secara lebih akurat.
Dalam mekanisme yang diterapkan, calon penerima cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan melakukan pemindaian wajah menggunakan teknologi pengenalan wajah.
Data biometrik tersebut kemudian dicocokkan dengan basis data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk melakukan proses verifikasi.
Calon penerima juga diminta memasukkan nomor meteran listrik. Data tersebut digunakan untuk melihat rata-rata penggunaan listrik selama enam bulan terakhir sebagai salah satu bahan dalam proses verifikasi.
Selanjutnya, sistem akan mengecek data calon penerima melalui sejumlah basis data yang dimiliki pemerintah.
"Jadi proses pendaftaran selesai dengan cepat dan mendapatkan umpan balik langsung apakah beliau layak atau tidak," kata Luhut.
MEDAN Tim Patroli Siaga Reserse Polsek Sunggal mengamankan lima remaja yang diduga terlibat tawuran antargeng motor di kawasan Jalan Sun
HUKUM DAN KRIMINAL
BOGOR Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ingin melahirkan sosok pemimpin baru dari kalangan kader yang terinspirasi dari perjalanan poli
POLITIK
MEDAN Tim gabungan Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) yang diangkut
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengusulkan revisi UndangUndang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan untuk mengatur pela
NASIONAL
JAKARTA Pendiri Microsoft, Bill Gates, memperingatkan bahwa peralihan menuju ekonomi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intellig
INTERNASIONAL
JAKARTA Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai perlu memperkuat mesin partai hingga tingkat akar rumput dan tidak hanya mengandalkan
NASIONAL
MEDAN Polres Tebing Tinggi menangkap seorang pemuda berinisial DV (22) di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara. DV diduga m
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil BYD Denza dan sejumlah kendaraan terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepat di de
PERISTIWA
LANGKAT Tiga rumah warga di Dusun II, Desa Pamah Tambunan, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ludes terbakar menjela
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut untuk membantu upaya
PEMERINTAHAN