Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Luhut menyebut sistem tersebut telah diuji coba di 256 kabupaten/kota. Hingga pekan lalu, sistem tersebut disebut telah mencakup sekitar 16 juta orang dan didukung sekitar 400 ribu agen untuk melakukan pemantauan.
Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menjadi bagian dari digitalisasi sistem tersebut. Menurut Luhut, teknologi AI membantu proses pemeriksaan dan sinkronisasi data sekaligus mengurangi interaksi langsung antara petugas dan masyarakat.
"Karena Anda tidak dapat menyuap AI. Begitu data sudah ada, tidak ada yang dapat Anda lakukan, Anda harus mengikuti regulasi," ujarnya.
Luhut mengatakan integrasi data memungkinkan pemerintah memanfaatkan informasi kependudukan dan berbagai data lainnya untuk menentukan penerima bantuan secara lebih tepat.
"Semua data saat ini, lintas kementerian sudah tersedia, ini menggunakan AI untuk membaca, menyinkronkan, menyelaraskan data," kata Luhut.
Menurutnya, digitalisasi data pemerintah tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki penyaluran bansos. Sistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan membuat kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran.
Dengan integrasi data lintas kementerian dan pemanfaatan teknologi digital, pemerintah berharap potensi salah sasaran dalam penyaluran bantuan dapat terus ditekan sekaligus memastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan memperoleh manfaat sesuai ketentuan.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.