BREAKING NEWS
Sabtu, 29 Agustus 2026

Meski Digempur 52 Armada Water Bombing, Hotspot di Kalimantan Justru Terus Bertambah

Nurul - Sabtu, 29 Agustus 2026 21:36 WIB
Meski Digempur 52 Armada Water Bombing, Hotspot di Kalimantan Justru Terus Bertambah
ilustrasi - BNPB mendeteksi ribuan titik panas atau hotspot masih tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi ribuan titik panas atau hotspot masih tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Kenaikan terbesar terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan di tengah upaya pemerintah menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan penambahan hotspot membuat pemerintah terus meningkatkan upaya pemadaman, baik melalui operasi udara maupun darat.

"Dan dengan adanya hotspot yang bertambah ini kami tetap akan berkomitmen untuk melakukan upaya-upaya, yang tetap kami akan secara optimal kami berikan untuk segera memadamkan baik titik api yang ada maupun hotspot," kata Berton dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga:

Di Kalimantan Barat, jumlah hotspot bertambah 1.629 titik sehingga totalnya mencapai 3.371 titik. BNPB juga mendeteksi 23 titik api di wilayah tersebut.

Sementara di Kalimantan Tengah, jumlah hotspot tercatat mencapai 4.515 titik setelah mengalami penambahan 156 titik. Adapun titik api bertambah 55 menjadi 79 titik.

Di Kalimantan Selatan, jumlah hotspot bertambah 457 titik sehingga total mencapai 1.356 titik. Jumlah titik api di wilayah tersebut juga bertambah 47 menjadi 69 titik.

Selain wilayah Kalimantan, BNPB masih memantau keberadaan hotspot di sejumlah daerah di Sumatera hingga Jambi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena cuaca kering dapat meningkatkan risiko kebakaran meluas.

Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengerahkan 52 armada udara dalam operasi water bombing. Dari jumlah tersebut, 14 armada difungsikan untuk patroli udara guna memantau kemungkinan munculnya titik panas maupun titik api baru.

"52 armada udara yang 14 di antaranya itu adalah berfungsi untuk patroli melihat di bawah apakah memang ketambahan titik api atau ketambahan titik panas," ujar Berton.

BNPB juga telah mendistribusikan sekitar 3,5 juta liter air ke enam provinsi untuk mendukung operasi pemadaman dari udara.

Salah satu operasi water bombing dilakukan di Kecamatan Banjar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Petugas berupaya menentukan posisi yang tepat agar air yang dijatuhkan dari udara mengenai titik api secara langsung.

"Ini berusaha untuk mendapatkan posisi yang benar agar air jatuh tepat di titik-titik api," kata Berton.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sudah Dikasih Tanda Tapi Tetap Disedot! Kolam Ikan Warga Kalsel Dijadikan 'Mangsa' Heli Water Bombing, 2 Ton Ikan Mati
Jangan Cuma Jadi Angan-angan! Istana Kirim Peringatan Keras ke PSSI: Rombak Total Kalau Mau ke Piala Dunia!
Sejarah Baru Militer Jepang: Kirim 3 Helikopter dan 600 Prajurit untuk Padamkan Karhutla Kalimantan
Diperkuat Tiga Pemain Diaspora, Garuda Muda Siap Tantang Australia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20
Bukan Gelombang Susulan, Validasi Lapangan Ungkap Lonjakan Drastis Pengungsi Gempa NTT hingga Belasan Ribu Jiwa
Lansia dan Perempuan Paling Banyak Jadi Korban, BNPB Beber Data Terbaru Gempa NTT
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru