Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi ribuan titik panas atau hotspot masih tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Kenaikan terbesar terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan di tengah upaya pemerintah menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan penambahan hotspot membuat pemerintah terus meningkatkan upaya pemadaman, baik melalui operasi udara maupun darat.
"Dan dengan adanya hotspot yang bertambah ini kami tetap akan berkomitmen untuk melakukan upaya-upaya, yang tetap kami akan secara optimal kami berikan untuk segera memadamkan baik titik api yang ada maupun hotspot," kata Berton dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Baca Juga:
Di Kalimantan Barat, jumlah hotspot bertambah 1.629 titik sehingga totalnya mencapai 3.371 titik. BNPB juga mendeteksi 23 titik api di wilayah tersebut.
Sementara di Kalimantan Tengah, jumlah hotspot tercatat mencapai 4.515 titik setelah mengalami penambahan 156 titik. Adapun titik api bertambah 55 menjadi 79 titik.
Di Kalimantan Selatan, jumlah hotspot bertambah 457 titik sehingga total mencapai 1.356 titik. Jumlah titik api di wilayah tersebut juga bertambah 47 menjadi 69 titik.
Selain wilayah Kalimantan, BNPB masih memantau keberadaan hotspot di sejumlah daerah di Sumatera hingga Jambi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena cuaca kering dapat meningkatkan risiko kebakaran meluas.
Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengerahkan 52 armada udara dalam operasi water bombing. Dari jumlah tersebut, 14 armada difungsikan untuk patroli udara guna memantau kemungkinan munculnya titik panas maupun titik api baru.
"52 armada udara yang 14 di antaranya itu adalah berfungsi untuk patroli melihat di bawah apakah memang ketambahan titik api atau ketambahan titik panas," ujar Berton.
BNPB juga telah mendistribusikan sekitar 3,5 juta liter air ke enam provinsi untuk mendukung operasi pemadaman dari udara.
Salah satu operasi water bombing dilakukan di Kecamatan Banjar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Petugas berupaya menentukan posisi yang tepat agar air yang dijatuhkan dari udara mengenai titik api secara langsung.
"Ini berusaha untuk mendapatkan posisi yang benar agar air jatuh tepat di titik-titik api," kata Berton.
Operasi pemadaman juga dilakukan dari darat dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Daops, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, relawan hingga Masyarakat Peduli Api.
Sejumlah pihak swasta turut membantu penanganan dengan menyediakan peralatan seperti mobil tangki, pompa air dan motor trail untuk mendukung mobilisasi petugas di lapangan.
BNPB menyatakan setiap titik api baru akan segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
"Ketika kita menemukan api baru misalnya, tentu tim kita akan berusaha untuk mematikan secepat mungkin agar tidak menyebar ke mana-mana," ujar Berton.
Penambahan hotspot menjadi tantangan dalam penanganan karhutla di tengah kondisi cuaca kering di sejumlah wilayah. Karena itu, pemerintah terus menggabungkan pemantauan udara, operasi water bombing, pemadaman darat serta upaya pencegahan untuk mengendalikan kebakaran.
BNPB juga terus memantau perkembangan titik panas dan titik api di wilayah rawan. Perubahan kondisi di lapangan menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan lebih cepat.
Dengan ribuan hotspot yang masih terdeteksi, masyarakat di wilayah rawan karhutla diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara terbuka.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.