BREAKING NEWS
Sabtu, 29 Agustus 2026

Sinabung Mulai Batuk-batuk, Ratusan Gempa Vulkanik Hantam Karo, Aparat Perketat Penjagaan Zona Merah

Administrator - Sabtu, 29 Agustus 2026 16:30 WIB
Sinabung Mulai Batuk-batuk, Ratusan Gempa Vulkanik Hantam Karo, Aparat Perketat Penjagaan Zona Merah
Ilustrasi. Gunung Sinabung saat erupsi pada Maret 2021 silam. (Foto: ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO - Aktivitas kegempaan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meningkat sejak akhir Juli 2026. Kondisi tersebut membuat potensi erupsi maupun awan panas guguran masih tinggi sehingga patroli di zona merah diperketat.

Petugas Pos Pemantauan Gunung Api (PGA) Sinabung Armen Putra mengatakan PVMBG mencatat ratusan gempa vulkanik terjadi sejak akhir Juli hingga saat ini. Peningkatan kegempaan tersebut disebut menjadi indikasi adanya aktivitas magma menuju permukaan.

"Kami lihat per Juli hingga saat ini ada ratusan gempa vulkanik, ini menandakan aktivitas dapur magma mulai terjadi, dan potensi awan panas ataupun erupsi sangat tinggi," kata Armen, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga:

Seiring meningkatnya aktivitas tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas di kawasan yang masuk zona bahaya Gunung Sinabung.

Armen menjelaskan zona bahaya ditetapkan sejauh 3 kilometer dari kawah Gunung Sinabung. Sementara itu, zona sektoral di bagian timur ditetapkan hingga 4 kilometer.

"Kami melihat potensinya tinggi jadi kami merekomendasikan zona bahaya menjadi 3 kilometer lingkar Sinabung dan 4 kilometer sektoral timur," ujarnya.

Peningkatan aktivitas Gunung Sinabung juga diikuti dengan patroli oleh aparat gabungan. Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Robert B. Panjaitan bersama BPBD dan Polri melakukan pengecekan di sejumlah lokasi yang masuk kawasan rawan bencana.

Patroli dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya. Petugas juga memasang papan peringatan serta baliho larangan beraktivitas di sejumlah titik.

Robert mengatakan patroli menjadi bagian dari langkah pencegahan untuk mengurangi risiko apabila terjadi erupsi maupun awan panas guguran.

"Kami melakukan patroli zona bahaya Sinabung untuk melakukan imbauan kepada masyarakat, terkait bahaya ancaman gunung api Sinabung," kata Robert.

Selain patroli, aparat juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan wisatawan yang masih berada di sekitar kawasan zona merah.

"Di awal ini kami berawal dari sosialisasi kepada masyarakat dan pengunjung melalui imbauan dan pemasangan baliho larangan di wilayah zona merah atau zona bahaya gunung api Sinabung," ujarnya.

Kawasan wisata yang berada di sekitar zona bahaya turut menjadi perhatian petugas. Masyarakat maupun wisatawan diminta tidak mengabaikan tanda larangan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Hingga saat ini, aktivitas Gunung Sinabung masih berada pada Status Level II atau Waspada. Dengan meningkatnya kegempaan yang didominasi gempa vulkanik, potensi bahaya masih perlu diantisipasi.

PVMBG mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dan tidak melakukan aktivitas di dalam radius bahaya yang telah ditetapkan. Imbauan serupa juga berlaku bagi wisatawan yang berencana mendatangi kawasan Gunung Sinabung.

Patroli dan sosialisasi akan terus dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami kondisi terkini Gunung Sinabung sekaligus mencegah adanya aktivitas di kawasan yang berisiko.* (k/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tonggak Baru Penegakan Hukum Tanjungbalai Karolina Selfia Br Sitepu Resmi Dilantik Jadi Ketua PN
Gunung Sinabung Masih Level II Waspada, TNI-Polri Ingatkan Warga dan Wisatawan Tak Masuk Zona Merah
Gunung Sinabung Level Waspada, Pemkab Karo Tutup Sementara Danau Lau Kawar
Pesona Danau Lau Kawar di Kaki Gunung Sinabung, Surga Sejuk di Tanah Karo
Tujuh Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di Berastagi Masih Dirawat
Sempat Dinyatakan Sembuh, Pelajar Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Kembali Kejang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru