BREAKING NEWS
Sabtu, 29 Agustus 2026

"Tanggal 1 Kita Hajar Habis-habisan", Menhut Kejar 3 Hari Emas Peluang Hujan demi Padamkan Karhutla Riau

Adelia Syafitri - Sabtu, 29 Agustus 2026 16:47 WIB
"Tanggal 1 Kita Hajar Habis-habisan", Menhut Kejar 3 Hari Emas Peluang Hujan demi Padamkan Karhutla Riau
Pemadaman karhutla di dekat sumur minyak di Kabupaten Siak, Riau, Kamis (27/8/2026) dini hari. (Foto: KOMPAS/Dok. Pemkab Siak.)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PEKANBARU - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta potensi awan hujan di Riau pada 30 Agustus hingga 1 September 2026 dimaksimalkan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, peluang hujan menjadi salah satu kunci untuk membantu memadamkan karhutla di wilayah tersebut.

Raja Juli mengatakan potensi awan hujan di Riau masih cukup tersedia. Kondisi tersebut berbeda dengan Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar) yang disebut lebih sulit mendapatkan potensi awan hujan.

"Kita bersyukur potensi awan hujan di Riau ini masih ada, di Kalteng di Kalbar sulit sekali, tapi kita ada potensi di tanggal 30, 31 dan tanggal 1 dan itu bisa akan meliputi seluruh Riau," kata Raja Juli dalam keterangannya usai rapat di Riau, dikutip Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga:

Raja Juli mengatakan informasi mengenai potensi awan hujan tersebut juga disampaikan Kepala BMKG Pekanbaru Warjono. Pemerintah kemudian berkoordinasi agar potensi awan hujan yang muncul di wilayah terdampak dapat dimanfaatkan melalui OMC.

"Saya sudah sepakati dengan Kepala BNPB dan BMKG, sekecil apapun potensi awan hujan yang bisa kita maksimumkan, kita maksimumkan," ujarnya.

Menurut Raja Juli, hujan memiliki efektivitas tinggi dalam membantu penanganan karhutla. Karena itu, operasi modifikasi cuaca dinilai perlu dimaksimalkan ketika kondisi atmosfer memungkinkan.

"Karena kita tahu yang paling efektif untuk memadamkan karhutla ini hujan, sementara water bombing maupun pasukan darat itu adalah pilihan kedua dan ketiga," kata Raja Juli.

Untuk mendukung pelaksanaan OMC, Raja Juli juga meminta kesiapan operasional di wilayah Riau diperhatikan. Salah satunya memastikan bandara dapat digunakan untuk mendukung penerbangan pesawat OMC.

Ia meminta bandara di Riau tetap beroperasi pada malam hari apabila kondisi awan hujan memungkinkan operasi modifikasi cuaca dilakukan hingga malam.

"Artinya jangan sampai di beberapa tempat kemudian pesawat nggak bisa terbang, mohon dipastikan di Riau untuk kebutuhan OMC agar airport kita tetap dibuka meskipun misalnya nanti sampai jam 21.00 bisa OMC," tuturnya.

Raja Juli menilai momentum potensi awan hujan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu upaya pemadaman karhutla di Riau. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, BNPB dan BMKG diminta terus berkoordinasi agar pelaksanaan OMC berjalan efektif.

"Terutama tanggal 1 kita hajar habis-habisan," tegas Raja Juli.

Selain OMC, penanganan karhutla di Riau juga dilakukan melalui pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing serta pengerahan pasukan darat. Namun, keberadaan hujan alami dinilai dapat memberikan dampak lebih luas dalam membantu membasahi area yang terbakar.

Pemerintah terus memantau perkembangan cuaca dan titik panas di berbagai wilayah untuk menentukan strategi penanganan karhutla. Potensi awan hujan yang tersedia menjadi salah satu peluang yang diharapkan dapat membantu mempercepat pemadaman dan mengurangi risiko kebakaran meluas.

Di tengah kondisi kemarau, pemerintah juga mengingatkan pentingnya pencegahan agar tidak muncul titik api baru. Pengawasan wilayah rawan karhutla dan respons cepat tetap dibutuhkan meski operasi modifikasi cuaca dijalankan.* (k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BNPB Catat Rentetan Bencana di Sulawesi hingga Jawa dalam Sehari
Selama Ini Jadi Penghalang, Tato Adat Dayak Diusulkan Tak Lagi Ganjal Pendaftaran TNI-Polri
BRIN dan Polri Uji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla, Efektifkah?
Tiga Wilayah Sumut Dilanda Karhutla dalam Lima Hari, Total 13 Hektare Lahan Terbakar
PWI dan GAPKI Bahas Masa Depan Sawit Indonesia, Pers Diminta Tetap Kritis
Jangan Asal Kambing Hitamkan Peladang Panglima Jilah Pas Badan di Istana Bela Tradisi Adat Kalbar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru