Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Pengamat politik Hendri Satrio menilai gelaran Merdeka Run 2026 yang diikuti lebih dari 12.000 peserta merupakan bentuk komunikasi publik pemerintah yang cukup efektif. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung lebih mudah diterima dibandingkan komunikasi yang hanya berisi slogan atau klaim capaian pemerintah.
"Kalau pemerintah bikin kegiatan lalu masyarakat mau datang, ya bagus. Berarti ajakannya sampai," kata Hendri Satrio atau Hensa dalam keterangan di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Hensa menilai komunikasi pemerintah tidak selalu harus dilakukan melalui pidato ataupun penyampaian kebijakan secara formal. Menurutnya, kegiatan yang menarik dan diikuti masyarakat juga dapat menjadi sarana komunikasi pemerintah.
Baca Juga:
"Kadang pemerintah cukup bikin acara yang menarik, masyarakat datang, semua senang. Itu juga komunikasi. Yang penting setelah larinya selesai, pemerintah jangan ikut lari dari persoalan masyarakat," ujarnya.
Menurut Hensa, tingginya jumlah peserta menunjukkan pemerintah berhasil mengemas perayaan kemerdekaan dalam bentuk kegiatan yang mampu menarik keterlibatan publik.
"Paling tidak, pemerintah mampu membuat perayaan kemerdekaan ini tidak hanya sekadar pidato, tetapi masyarakat juga terlibat langsung," katanya.Merdeka Run 2026 digelar di Jakarta pada Sabtu (29/8/2026) sebagai bagian dari rangkaian peringatan bulan kemerdekaan. Lebih dari 12.000 pelari mengikuti kegiatan tersebut.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya menyebut Merdeka Run menjadi bagian dari semangat masyarakat merayakan kemerdekaan melalui olahraga.
"Masih di bulan Agustus, bulan kemerdekaan. Bersama lebih dari 12.000 pelari, kembali kita rayakan kemerdekaan Indonesia," ujar Teddy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Merdeka Run tahun ini menghadirkan rute sepanjang 8 kilometer untuk peserta umum. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan rute 2,5 kilometer yang diperuntukkan bagi peserta berkebutuhan khusus.
Menurut Hensa, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut merupakan catatan positif. Namun, ia mengingatkan agar jumlah peserta tidak langsung ditafsirkan sebagai bentuk dukungan politik kepada pemerintah.
"Jangan nanti karena yang datang 12.000, dianggap semuanya sedang menyatakan dukungan politik," tegasnya.
Hensa menilai partisipasi masyarakat dalam sebuah kegiatan publik harus dipisahkan dari penilaian politik. Menurutnya, orang datang ke sebuah acara bisa karena tertarik pada kegiatan, olahraga, suasana perayaan maupun alasan sosial lainnya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.