Drone Ukraina Hantam Terminal Minyak Strategis Rusia di St Petersburg, Ketegangan Kian Memanas
ST PETERSBURG Ketegangan antara Ukraina dan Rusia kembali memanas setelah serangan drone dilaporkan menghantam fasilitas minyak utama di
INTERNASIONAL
JAKARTA– Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 menjadi momentum refleksi bagi seluruh anak bangsa, khususnya generasi muda yang kini menghadapi tantangan lebih kompleks dibanding masa sebelumnya.
Hal itu disampaikan pemerhati kebangsaan Samuel F. Silaen saat menyoroti kondisi kepemudaan dan arah pembangunan nasional saat ini.
Menurut Silaen, semangat Sumpah Pemuda yang digaungkan sejak 1928 kini cenderung menjadi slogan tanpa pijakan nyata.Baca Juga:
"Sumpah Pemuda hari ini seperti fatamorgana. Terlihat megah, tapi rapuh dan sulit dijangkau karena tidak membumi," ujar Silaen di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Ia menilai persoalan bangsa saat ini justru bersumber dari ketidakkonsistenan dalam kepemimpinan nasional. Setiap pergantian pemerintahan, kata dia, kerap dimulai dengan narasi 'membangun dari nol', seolah-olah melupakan fakta bahwa Indonesia telah merdeka selama delapan dekade.
"Jika setiap kali ganti pemimpin semua harus dimulai lagi dari awal, itu pertanda negara sedang gamang. Tidak ada kesinambungan visi dan arah kebijakan yang kokoh," tegasnya.
Silaen menyoroti bahwa kebijakan pemerintah kerap terjebak dalam orientasi ekonomi semata, tanpa mempertimbangkan kepentingan jangka panjang.
Akibatnya, kesenjangan sosial dan penderitaan rakyat terus berulang tanpa penanganan yang terstruktur.
"Masalah besar bangsa ini bukan hanya soal ekonomi, tapi tentang manajemen kepemimpinan. Ketika kepala rusak, seluruh tubuh ikut rusak. Begitu juga bangsa; jika pemimpinnya tidak beres, kerusakannya menjalar hingga ke akar," jelasnya.
Pemerhati kebangsaan ini juga mengingatkan agar para pemimpin berhati-hati dalam mengambil keputusan strategis yang berkaitan dengan kebijakan publik.
Menurut Silaen, menjaga kondusivitas dan kebersamaan antar elemen bangsa harus menjadi prioritas utama.
"Nenek moyang kita dari berbagai suku bangsa berjuang bersama memerdekakan Indonesia. Karena itu, pemerintah harus berdiri di atas semua golongan, tidak boleh ada diskriminasi yang menimbulkan ketersinggungan dan melemahkan kohesi sosial," tutup Silaen.*
ST PETERSBURG Ketegangan antara Ukraina dan Rusia kembali memanas setelah serangan drone dilaporkan menghantam fasilitas minyak utama di
INTERNASIONAL
JAKARTA Di tengah masyarakat masih beredar kepercayaan bahwa menabrak kucing, terutama hingga menyebabkan kematian, dapat membawa kesiala
AGAMA
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmennya terhadap prinsip integritas dengan mengembalikan amplop yang d
NASIONAL
GIANYAR Timnas Indonesia resmi memulai pemusatan latihan (training camp/TC) di Bali pada Minggu (5/7/2026). Program latihan yang berlangs
OLAHRAGA
CARACAS Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga laporan terbaru, sedik
INTERNASIONAL
MEDAN Kota Medan tak hanya dikenal sebagai surga kuliner di Pulau Sumatera, tetapi juga memiliki beragam destinasi wisata yang menawarkan
PARIWISATA
JAKARTA Persaingan smartphone di kelas harga Rp1 jutaan semakin ketat pada 2026. Berbagai produsen kini menghadirkan ponsel dengan spesif
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir menunjukkan tren pelemahan. Penurunan indeks pada periode p
EKONOMI
JAKARTA Indonesia membagikan pengalaman dalam mengelola ekosistem gambut berbasis data pada pertemuan Global Peatlands Initiative (GPI)
NASIONAL
MAKASSAR Pemerintah menargetkan sebanyak 40 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai beroperasi pada Oktober 2026. Program tersebut di
EKONOMI