BREAKING NEWS
Rabu, 21 Oktober 2026

Erupsi Gunung Sinabung Ganggu Penerbangan Kualanamu: 55 Flight Batal, 6 Retime, 11 Delay

Dharma - Selasa, 01 September 2026 20:15 WIB
Erupsi Gunung Sinabung Ganggu Penerbangan Kualanamu: 55 Flight Batal, 6 Retime, 11 Delay
Aktivitas di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (1/9/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang.

Sebanyak 55 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik.

Selain pembatalan, sebanyak enam penerbangan mengalami penyesuaian waktu atau retime, sedangkan 11 penerbangan lainnya mengalami keterlambatan atau delay.

Baca Juga:

Manager Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, mengatakan data tersebut merupakan pembaruan sementara yang diterima hingga pukul 16.00 WIB pada 1 September 2026.

"Berdasarkan update data sementara yang kami terima pukul 16.00 WIB, 1 September 2026, dampak abu vulkanik menyebabkan 55 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu dibatalkan, sementara 6 penerbangan mengalami penyesuaian waktu atau retime, dan 11 penerbangan yang tertunda," ungkap Hikmat.

Menurut Hikmat, data penerbangan tersebut masih dinamis. Jumlah penerbangan yang terdampak dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan keputusan operasional masing-masing maskapai.

PT Angkasa Pura Aviasi terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, Otoritas Bandara, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan perkembangan kondisi operasional dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Hikmat mengatakan pihaknya juga terus memperbarui informasi penerbangan kepada pengguna jasa.

Calon penumpang diminta mengecek kembali status penerbangan melalui saluran resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.

"Dari sisi pelayanan, kami terus mendorong kualitas informasi penerbangan secara berkala kepada pengguna jasa serta mengimbau secara calon penumpang untuk memastikan kembali status penerbangannya melalui saluran resmi maskapai sebelum menuju bandara," kata Hikmat.

Ia memahami perubahan jadwal hingga pembatalan penerbangan dapat mengganggu perjalanan penumpang.

Karena itu, pihak perusahaan menyampaikan permohonan maaf kepada para calon penumpang yang terdampak.

Hikmat mengatakan pelayanan kepada pengguna jasa akan terus dioptimalkan dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.

Sebelumnya, Bandara Internasional Kualanamu sempat menghentikan sementara operasional penerbangan pada Selasa, 1 September 2026.

Penutupan dilakukan sejak pukul 10.50 WIB akibat dampak abu vulkanik Gunung Sinabung.

Berdasarkan NOTAM A3254/26 yang diterbitkan AirNav Indonesia, Bandara Internasional Kualanamu kemudian dinyatakan kembali beroperasi normal mulai pukul 07.07 UTC atau 14.07 WIB.

Hikmat menegaskan operasional Bandara Kualanamu saat ini telah kembali dibuka.

Namun, status penerbangan masing-masing maskapai masih dapat berubah sesuai kondisi abu vulkanik dan pertimbangan keselamatan.

"Namun perlu kami sampaikan bahwa status penerbangan masing-masing maskapai masih dapat mengalami penyesuaian, baik berupa retime, delay maupun pembatalan, sesuai pertimbangan operasional dan keselamatan masing-masing maskapai serta perkembangan kondisi abu vulkanik, jelas Hikmat."

PT Angkasa Pura Aviasi bersama para pemangku kepentingan terkait terus memantau perkembangan kondisi Gunung Sinabung dan sebaran abu vulkanik.

Pemantauan dilakukan sebagai dasar dalam menentukan langkah operasional penerbangan.

"Keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama kami. Bersama seluruh pemangku kepentingan dan pemangku kepentingan terkait, kami terus melakukan koordinasi serta menjaga perkembangan kondisi terkini. Penyesuaian operasional akan dilakukan sesuai kebutuhan dengan tetap mengacu pada aspek keselamatan penerbangan," jelas Hikmat.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo sebelumnya menunjukkan aktivitas erupsi pada Senin, 31 Agustus 2026 sekitar pukul 10.17 WIB.

Erupsi tersebut mengeluarkan abu vulkanik berwarna hitam dengan ketinggian mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung.

Sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu.

Dengan kondisi yang masih dapat berubah, calon penumpang disarankan memastikan status penerbangan secara langsung melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju Bandara Kualanamu.* (vv/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
490 KK Desa Kuta Tengah Dievakuasi Akibat Erupsi Sinabung, Gubsu Bobby: Keselamatan Warga Paling Utama
Sinabung Masih Semburkan Awan Panas dan Hujan Pasir, 160 Warga Kuta Tengah Mengungsi
Pemko Medan Antisipasi Kenaikan Harga Sayur-mayur Dampak Erupsi Gunung Sinabung
Pemprov Sumut Gerak Cepat Hadapi Erupsi Sinabung, BPBD dan Tim Medis Turun ke Lapangan
Erupsi Sinabung Ganggu Penerbangan Kualanamu, 20 Pesawat Batal Terbang
Gunung Sinabung Erupsi, 490 KK Warga Kuta Tengah Dievakuasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru