Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Sebanyak 160 warga Desa Kuta Tengah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengungsi menyusul aktivitas erupsi Gunung Sinabung yang masih berlangsung hingga Selasa, 1 September 2026.
Aktivitas gunung api tersebut masih disertai awan panas dan hujan pasir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, mengatakan aktivitas erupsi Gunung Sinabung masih terpantau.
Baca Juga:
Status gunung juga belum diturunkan.
"Tadi sudah mendapat laporan kami, Pak Gubernur juga dapat laporan dari Kepala PVMBG, Pak Armen Putra, bahwa aktivitas erupsi berupa awan dan pasir itu masih ada dan status belum diturunkan," ujar Tuahta saat memberikan keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Menurut Tuahta, hasil mitigasi awal sempat menetapkan dua desa sebagai wilayah terdampak yang perlu dievakuasi.
Namun, setelah dilakukan mitigasi ulang, pemerintah memutuskan hanya satu desa yang harus dikosongkan, yakni Desa Kuta Tengah.
"Yang awalnya dua desa, tapi setelah dimitigasi kembali ternyata cuma satu desa yang dievakuasi, yaitu Desa Kuta Tengah," kata Tuahta.
Warga Desa Kuta Tengah yang dievakuasi kini ditampung di Jambur Desa Sukatepu. Jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 120 hingga 160 orang.
"Pengungsiannya di Jambur Desa Sukatepu, jumlahnya kurang lebih 120 sampai 160 orang lah kira-kira," ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyiapkan sejumlah kebutuhan dasar bagi warga yang mengungsi.
Fasilitas tersebut meliputi pos kesehatan, tangki air bersih, toilet, dan dapur umum.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.