BREAKING NEWS
Kamis, 22 Oktober 2026

Bursa RI Terancam Turun Kasta, 336 Investor Global Cecar OJK Soal Transparansi Saham

Nurul - Kamis, 22 Oktober 2026 19:59 WIB
Bursa RI Terancam Turun Kasta, 336 Investor Global Cecar OJK Soal Transparansi Saham
ilustrasi - Sebanyak 336 investor global meminta penjelasan kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia terkait langkah yang akan dilakukan untuk merespons pengumuman Morgan Stanley Capital International. (Foto: ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO/NZ)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Sebanyak 336 investor global meminta penjelasan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait langkah yang akan dilakukan untuk merespons pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pengumuman tersebut membuka peluang perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan permintaan penjelasan itu disampaikan dalam pertemuan daring yang digelar pada Senin (19/10/2026). Investor ingin mengetahui langkah konkret otoritas Indonesia dalam menanggapi perhatian MSCI terhadap pasar modal nasional.

"Senin kemarin kami juga mendapatkan permintaan dari kelompok investor hampir 336 investor regional global ikut di dalam Zoom meeting bersama kami di OJK dan Bursa mereka menanyakan apa yang akan dilakukan ke depan dan seterusnya," ujar Hasan saat ditemui di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga:

Hasan mengatakan OJK bersama BEI berkomitmen melanjutkan pembenahan untuk memperkuat integritas pasar modal Indonesia. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan transparansi informasi, khususnya mengenai kepemilikan saham perusahaan yang tercatat di bursa.

Menurut dia, keterbukaan informasi tersebut diharapkan memudahkan penyedia indeks global maupun investor dalam mengetahui struktur kepemilikan saham di BEI secara lebih akurat.

"Yang kita harapkan dengan begitu memudahkan seluruh pihak index provider, maupun investor dalam mengetahui secara persis sebetulnya siapa pemilik saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia," kata Hasan.

Selain transparansi kepemilikan saham, OJK juga berencana memperketat pengawasan terhadap aktivitas perdagangan di pasar modal. Pengawasan mencakup dugaan penyampaian informasi yang tidak benar, manipulasi pasar, perdagangan terkoordinasi, hingga keterbukaan informasi yang tidak sesuai fakta.

Hasan menegaskan penegakan aturan akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran. OJK juga akan menerapkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku untuk memberikan efek jera kepada pihak yang terbukti melanggar aturan pasar modal.

Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda reformasi untuk menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. OJK sebelumnya juga menyatakan komitmennya memperkuat transparansi, tata kelola, dan penegakan hukum sebagai tindak lanjut atas perhatian yang disampaikan MSCI.

MSCI sebelumnya mengumumkan dimulainya periode konsultasi terkait usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia. Dengan demikian, kemungkinan perubahan status menjadi standalone market masih dalam tahap pembahasan dan belum merupakan keputusan final.

Perkembangan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena klasifikasi MSCI digunakan sebagai acuan oleh berbagai investor dalam menilai dan menentukan alokasi investasi di pasar saham global. Karena itu, langkah pembenahan yang dilakukan OJK dan BEI menjadi penting untuk menjaga transparansi, integritas, serta kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.* (d/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ingatkan Bahaya Investasi Bodong Hingga Judol, Pemprov Sumut Minta ASN Cerdas Kelola Gaji
Pemprov Sumut Ingatkan ASN Waspada Investasi Bodong, Tekankan Pentingnya Mengelola Keuangan
IHSG Melemah Tajam Pagi Ini, Saham MORA, TPIA hingga CUAN Tertekan
Diancam Penurunan Status Pasar Modal, Prabowo Semprot MSCI: Jangan Coba Takut-takuti Kita
IHSG Menghijau Jelang Pengumuman BI Rate, Saham MBMA, DEWA dan ISAT Melesat!
IHSG Bangkit Setelah Anjlok! Menguat Tipis ke Level 5.000, Saham BBRI hingga TLKM Melonjak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru