Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BANDA ACEH – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh menyelenggarakan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) selama satu hari pada Sabtu, 5 September 2026.
Kegiatan tersebut digelar secara hybrid, yakni daring dan luring, dari Aula Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha).
Rapimwil diikuti sejumlah unsur pimpinan Muhammadiyah, baik dari tingkat wilayah maupun daerah.
Baca Juga:
Hadir Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Agung Danarto, M.Ag.; Ketua PWM Aceh A. Malik Musa, S.H., M.Hum., beserta jajaran; Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Aceh; serta majelis dan lembaga di tingkat wilayah.
Sejumlah pimpinan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah tingkat wilayah juga turut hadir.
Mereka berasal dari 'Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul 'Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci.
Saat membuka kegiatan, Ketua PWM Aceh A. Malik Musa mengatakan Rapimwil menjadi ruang penting untuk memperkuat koordinasi antarstruktur Muhammadiyah dan Ortom.
Menurut dia, konsolidasi diperlukan untuk menghadapi tantangan dakwah dan persoalan sosial kemasyarakatan yang semakin berkembang, terutama di tengah transformasi digital dan perubahan global.
"Rapimwil ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi, merumuskan langkah strategis, dan berkonsolidasi dalam gerakan Muhammadiyah di Aceh. Kita harus memperkuat kolaborasi lintas majelis, lembaga, dan Ortom untuk menghadirkan dakwah pencerahan yang relevan dan berdampak," ujar Malik Musa.
Malik juga meminta Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Aceh menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda).
Kegiatan tersebut diharapkan melibatkan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM).
Langkah itu dinilai penting untuk memberikan penguatan organisasi hingga ke tingkat cabang dan ranting serta mendorong perkembangan Muhammadiyah di Aceh.
Salah satu agenda Rapimwil PWM Aceh adalah membahas tindak lanjut aplikasi SatuMu.
Pembahasan mencakup implementasi program SatuMu serta pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) di masing-masing PDM dan PCM.
Bimtek tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Training of Trainers (ToT) bagi agen dan verifikator.
Program ini diharapkan dapat memperkuat penerapan SatuMu di lingkungan Muhammadiyah Aceh.
Rapimwil juga menjadi momentum untuk melakukan pemilihan anggota Majelis Tanwir Muhammadiyah sebagai pengganti Dr. Zardan Araby yang telah berhalangan tetap.
Dalam pemilihan tersebut, posisi tersebut dipercayakan kepada H. Abrar Zym, S.Ag., M.H.
Penetapannya telah mendapatkan persetujuan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Aceh.
Kegiatan Rapimwil PWM Aceh berlangsung dalam suasana musyawarah dan kebersamaan.
Forum tersebut menjadi ruang bagi jajaran Muhammadiyah untuk mengevaluasi program sekaligus merumuskan langkah organisasi ke depan.
PWM Aceh berharap hasil Rapimwil dapat menghasilkan langkah strategis dan konkret untuk memperkuat gerakan Muhammadiyah, terutama dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial di Aceh.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.