BREAKING NEWS
Senin, 07 September 2026

Masker Diburu karena Abu Vulkanik, DPR Ingatkan Pedagang Jangan Naikkan Harga

Johan - Senin, 07 September 2026 11:44 WIB
Masker Diburu karena Abu Vulkanik, DPR Ingatkan Pedagang Jangan Naikkan Harga
Warga Berbondong-bondong Membeli Masker akibat Sebaran Abu Vulkanik. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyampaikan keprihatinan atas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai Jakarta dan sejumlah wilayah di sekitarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, terutama sistem pernapasan dan mata.

"Pertama, saya menyatakan rasa prihatin atas musibah erupsi Gunung Anak Krakatau yang abu vulkaniknya sampai ke Jakarta. Kedua, abu vulkanik merupakan material yang sangat berbahaya bagi pernapasan dan mengakibatkan iritasi kalau terkena mata karena mengandung silica," kata Yahya kepada wartawan, Senin, 7 September 2026.

Baca Juga:

Yahya meminta masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Ia juga menyarankan penggunaan kacamata untuk mengurangi risiko iritasi mata akibat paparan abu vulkanik.

"Ketiga, saya meminta masyarakat untuk waspada dengan menggunakan masker kalau beraktivitas di luar rumah. Supaya aman dari bahaya abu vulkanik bagi pernapasan. Dan menggunakan kacamata supaya terhindar dari iritasi," kata legislator Golkar ini.

Selain meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, Yahya mendorong Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya Pemprov DKI Jakarta, untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan kesehatan akibat abu vulkanik.

Menurut dia, fasilitas kesehatan, tenaga medis, tenaga kesehatan, serta obat-obatan perlu disiapkan untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya penyakit pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

"Keempat, saya minta Kemenkes berkoordinasi dengan Pemda DKI untuk menyiapkan sarana rumah sakit, tenaga medis, tenaga kesehatan dan obat-obatan yang diperlukan jika berdampak bagi munculnya penyakit pernapasan seperti ISPA," tambahnya.

Yahya juga mengingatkan pihak apotek dan penjual masker agar tidak mengambil keuntungan berlebihan dari kondisi tersebut.

Ia meminta harga masker tidak dinaikkan secara tidak wajar ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

"Kelima, saya minta pihak apotek dan toko penjual masker tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga masker berlipat-lipat. Harus ada rasa empati terhadap masyarakat yang hidupnya masih mengalami kesulitan," ungkapnya.

Yahya mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi sebaran abu vulkanik.

Menurut dia, warga perlu mengikuti arahan dan protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.

"Keenam, meminta masyarakat untuk tetap tenang tidak panik dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah jika beraktivitas di luar rumah, terutama para pengendara sepeda motor dan pengguna kendaraan umum," kata Yahya.

Ia juga meminta Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya abu vulkanik.

Media sosial, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat secara lebih luas.

"Ketujuh, saya minta Kemenkes dan Pemda DKI untuk melakukan sosialisasi dengan memanfaatkan media sosial guna mengedukasi masyarakat mengenai bahaya abu vulkanik dan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah," imbuhnya.

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sebelumnya dilaporkan mencapai sejumlah wilayah, termasuk Jakarta dan daerah sekitarnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung api dan kualitas udara.

Imbauan penggunaan masker dan perlindungan mata menjadi langkah pencegahan bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, terutama mereka yang harus melakukan aktivitas di luar ruangan.* (d/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tuha Peut Gampong Lam Lumpu Periode 2026-2032 Dilantik, Camat Ingatkan Transparansi Dana Gampong
Radius Bahaya Sinabung Dipersempit, Warga Kuta Tengah Akhirnya Bisa Pulang ke Rumah
Erupsi Anak Krakatau Bikin Penerbangan Kualanamu-Jakarta “Mandek” hingga Sore
Diisukan Hendak Dimakzulkan, Bupati Tapteng: Maaf Buat Para Pengganggu, Sejengkal Pun Saya Gak Mundur
Video Prabowo dan Putin di Rusia Dipelintir, Sahroni Desak Polisi Beri Efek Jera: Jangan Dibiarkan!
Aktivitas Menurun, Tapi Sinabung Masih Siaga: Ini Radius Bahaya Terbarunya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru