Purbaya: Duit Bencana Siap Dikucurkan, Asal BNPB Jangan "Ngaco" Hitungannya
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah siap mengucurkan anggaran bencana secara maksimal apabila Bad
EKONOMI
JAKARTA - Gunung Krakatau menjadi salah satu gunung api yang paling dikenal dalam sejarah dunia. Erupsi dahsyat pada 1883 menghancurkan sebagian besar Pulau Krakatau dan memicu tsunami besar yang menerjang pesisir Jawa serta Sumatera.
Puluhan tahun setelah bencana tersebut, aktivitas vulkanik kembali muncul di kawasan itu. Dari kaldera bekas letusan 1883 kemudian tumbuh gunung api baru yang dikenal sebagai Anak Krakatau.
Anak Krakatau kembali menjadi perhatian dunia pada 2018 ketika sebagian tubuh gunung runtuh ke laut dan memicu tsunami di Selat Sunda.Baca Juga:
Letusan Krakatau 1883
Menurut catatan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), aktivitas Krakatau mulai terlihat pada awal Mei 1883. Kepulan abu dan debu dari Pulau Krakatau saat itu disaksikan oleh kapten kapal perang Jerman Elisabeth.
Krakatau merupakan pulau yang tidak berpenghuni. Aktivitas tersebut menjadi salah satu dokumentasi awal setelah Krakatau diperkirakan relatif tenang selama setidaknya 200 tahun.
Dalam dua bulan berikutnya, kapal-kapal yang melintas di sekitar kawasan Krakatau juga melaporkan kepulan hitam yang membubung dari gunung. Aktivitas tersebut disertai suara ledakan serta lontaran material vulkanik seperti abu pijar dan batu apung.
Puncak aktivitas terjadi pada 26 Agustus 1883. Sehari kemudian, 27 Agustus 1883, rangkaian ledakan semakin dahsyat hingga sebagian besar kawasan utara Pulau Krakatau runtuh ke laut.
Letusan tersebut menghasilkan lava, batu apung dan abu vulkanik dalam jumlah besar. Runtuhnya tubuh gunung kemudian memicu serangkaian tsunami yang menerjang kawasan pesisir di sekitar Selat Sunda.
Sekitar 36.000 orang meninggal dunia dalam bencana tersebut. Ratusan kota dan desa pesisir juga mengalami kehancuran.
Abu Krakatau Bikin Dunia Gelap
Dampak erupsi Krakatau 1883 tidak hanya dirasakan di sekitar Selat Sunda. Abu vulkanik yang terlontar ke atmosfer membuat kawasan sekitar Krakatau mengalami kegelapan selama sekitar dua setengah hari.
Dalam salah satu ledakan terbesar, abu vulkanik disebut terlontar hingga sekitar 80 kilometer ke atmosfer. Material vulkanik tersebut kemudian menyelimuti wilayah yang diperkirakan mencapai sekitar 800.000 kilometer persegi.
Partikel vulkanik yang menyebar ke berbagai penjuru dunia juga menyebabkan munculnya efek halo di sekitar Matahari dan Bulan.
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah siap mengucurkan anggaran bencana secara maksimal apabila Bad
EKONOMI
JAKARTA Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan penegakan hukum harus berlaku adil bagi seluruh masyaraka
POLITIK
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mempersilakan Polda Metro Jaya memeriksa staf administrasi Kejagung Febrio Adiono dalam penyelidikan ka
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan Ferry Yanto Hongkiriwang alias Ferry Boboho menjadi salah satu saksi kunci dalam kasus duga
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan mengajukan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan peningkatan pada
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas meluncurkan Medan Corpu Smart sebagai platform pembelajaran digital bagi aparatur sipil negara (ASN) di li
PEMERINTAHAN
DELISERDANG Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkenalkan sejumlah destinasi wisata dan kuliner khas daerah kepada del
PARIWISATA
MEDAN Rangkaian kegiatan IndonesiaMalaysiaThailand Growth Triangle (IMTGT) mulai digelar di Sumatera Utara (Sumut). Forum tersebut diha
EKONOMI
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong pengembangan berbagai komoditas potensial agar memiliki nilai
EKONOMI
MEDAN Penasihat hukum terdakwa Dante Sinaga menilai hubungan kausal antara tindakan kliennya saat masih menjabat di PT Indonesia Asahan Al
HUKUM DAN KRIMINAL