Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Taruna mengatakan pengawasan akan diperkuat apabila anggaran tersebut telah menjadi anggaran definitif. Salah satu hal yang menjadi perhatian BPOM adalah batas waktu antara makanan selesai disiapkan hingga didistribusikan dan dikonsumsi.
Dia mencontohkan kasus dugaan keracunan massal di Sidoarjo. Menurutnya, makanan dalam kasus tersebut disiapkan sekitar pukul 01.00 WIB dan baru dibagikan sekitar pukul 12.00 WIB.
"Berarti kurang lebih hampir 11 jam. Sementara timeline dalam kami mendidik para SPBG dan SPBI itu, itu jangan lewat empat jam," ujarnya.
Taruna menilai kasus tersebut menunjukkan masih ada prosedur distribusi dan penyajian makanan yang belum berjalan dengan baik. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak berulang.
"Jadi dengan demikian, saya kira mungkin ada tupoksi yang belum dijalankan oleh SPBG tadi dalam hal distribusi dan penyajian makanannya," katanya.
Meski demikian, Taruna tetap optimistis pengawasan BPOM dapat membantu menekan kasus keracunan dalam program MBG. Dia juga menyatakan BPOM siap apabila anggaran Rp509 miliar tersebut diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas pengawasan lembaganya.
Kasus keracunan dalam program MBG menjadi perhatian Komisi IX DPR dan BPOM karena menyangkut keamanan pangan serta keselamatan penerima manfaat. Penguatan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan program menjadi bagian penting dalam mencegah kasus serupa kembali terjadi.* (d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.