Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
PANDEGLANG - Dua life jacket yang ditemukan selama pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 dipastikan bukan perlengkapan keselamatan milik kapal tersebut. Meski begitu, operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dilanjutkan dan area penyisiran diperluas.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan pihaknya telah memeriksa temuan life jacket dan mengonfirmasinya kepada pemilik speedboat Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa.
"Jadi, baik dari penemuan yang pertama berupa satu life jacket maupun pelampung warna putih, itu sudah jelas hasil dari pemeriksaan interogasi kita kepada pemilik kapal Bapak Sandi Wiyasa, itu bukan merupakan sarana keselamatan atau life jacket yang dimiliki kapal Arupadhatu 1 yang sedang kita cari, termasuk penemuan yang kemarin hari keempat, ada satu life jacket juga sama," kata Hengki, Sabtu (12/9/2026).
Baca Juga:
Life jacket terbaru berwarna oranye ditemukan pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 14.45 WIB. Barang tersebut ditemukan oleh KAL Anyer dan kemudian diserahkan kepada Basarnas di Posko Aju Pelabuhan Ciwandan untuk proses lebih lanjut.
Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan life jacket tersebut ditemukan di sebelah timur Gunung Anak Krakatau.
Titik penemuan terbaru berjarak sekitar 16,2 mil laut dari lokasi temuan sebelumnya dan berada di arah barat daya jika dibandingkan dengan titik penemuan pertama.
"Karena tentu barang ditemukan kapal langsung dilaksanakan proses serah terima kepada tim Basarnas yang berada di Posko Aju di Pelabuhan Ciwandan, untuk selanjutnya ditindaklanjuti identifikasi oleh rekan-rekan dari Polair maupun dari Polri," ujar Wawan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, life jacket tersebut dipastikan bukan bagian dari perlengkapan keselamatan Arupadhatu 1.
Sebelumnya, tim SAR juga menemukan satu life jacket dan pelampung berwarna putih dalam operasi pencarian. Setelah dikonfirmasi kepada pemilik kapal, kedua benda tersebut juga dinyatakan bukan milik Arupadhatu 1.
Meski sejumlah temuan tidak berkaitan dengan speedboat yang dicari, operasi SAR terhadap delapan orang tetap berlanjut hingga hari kelima pada Sabtu (12/9/2026).
Lima orang di antaranya merupakan jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews.id, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Tiga lainnya adalah kru dan pemandu speedboat, yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.
Rombongan tersebut hilang kontak bersama speedboat Arupadhatu 1 sejak Senin (7/9/2026).
Pada hari kelima pencarian, area operasi SAR diperluas menjadi sekitar 4.512 nautical mile atau mil laut. Jumlah kapal yang dikerahkan juga bertambah dari 13 menjadi 14 kapal.
Seluruh kapal dibagi ke dalam enam sektor pencarian dengan penyisiran mencakup sejumlah wilayah, termasuk perairan Lampung, Bengkulu dan Ujung Kulon.
KP Sanjaya turut diberangkatkan dari Pelabuhan Ciwandan sekitar pukul 07.30 WIB untuk membantu pencarian. Kapal tersebut dijadwalkan menempuh perjalanan pulang-pergi sekitar 80 mil dengan kecepatan sekitar 10 knot dan estimasi waktu perjalanan delapan jam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan strategi pencarian terus dievaluasi setiap hari untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan memperluas area operasi.
"Untuk pencarian ke depannya, hasil evaluasi semua alut-alut yang telah melaksanakan operasi SAR pada hari ini, kita akan evaluasi kembali termasuk dengan memperluas area pencarian seperti apa, termasuk dengan pembagian sektor di esok hari," kata Amrad.
Hingga Sabtu (12/9/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.