Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Ekonomi parah, tenaga lapangan kerja bahaya, dollar sampai sekarang sejak turun tidak pernah kembali. Kinerja ekspor kita tidak sesuai dengan harapan, pengangguran luar biasa, impor terbaru kan ada 1 juta sarjana yang menganggur," ujarnya.
Ryaas juga menyinggung pernyataan mengenai warga Indonesia yang tidak puas dengan kondisi dalam negeri dan dipersilakan untuk pergi. Menurutnya, narasi tersebut menunjukkan kepanikan dan ketidakmampuan dalam mengelola negara.
"Ini kan luar biasa, lalu isu-isu yang negatif yang muncul mengenai anjuran supaya orang-orang Indonesia yang tidak puas silakan pergi saja. Ini semua bentuk-bentuk dari kepanikan dan ketidakmampuan untuk mengelola negara secara baik," katanya.
Atas berbagai persoalan itu, Ryaas kembali menegaskan perlunya perubahan dari dalam pemerintahan. Dia menilai saran dari pihak luar tidak akan cukup apabila tidak ada kemauan untuk melakukan koreksi dari internal pemerintahan.
"Jadi sampai saya menyimpulkan bahwa tidak mungkin lagi diperbaiki. Dia harus memperbaiki dirinya sendiri. Siapa pun yang berusaha untuk memperbaiki dengan memberi saran, memberi nasihat, masukan, itu tidak akan berhasil," tegasnya.
Ryaas menduga salah satu penyebab kritik sulit diterima adalah tingkat kepercayaan diri pemerintah yang dinilainya terlalu tinggi. Kondisi tersebut, menurut dia, membuat masukan dari lingkungan sekitar maupun masyarakat sulit masuk.
"Ada resistensi yang kuat, pemerintahnya terlalu percaya diri atau mungkin pribadi presiden terlalu percaya diri sehingga sulit untuk masuk," jelasnya.
Dia juga menyebut kemungkinan ada pihak lain di sekitar pemerintahan yang memiliki pandangan serupa mengenai kondisi tersebut.
"Karena tidak mungkin hanya saya yang berpikir seperti ini, mesti banyak orang sekitarnya yang berpikir jernih. Saya sangat yakin," ujar Ryaas.
Ryaas turut menanggapi penurunan tingkat approval pemerintah yang disebut berada di sekitar 30 poin. Menurutnya, angka tersebut dapat menjadi alarm, meski dia mengaku sudah memiliki penilaian terhadap kinerja pemerintah tanpa melihat data tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi salah satu contoh yang disorot Ryaas. Dia menilai program tersebut memiliki anggaran besar dan merupakan salah satu program yang identik dengan Presiden Prabowo.
"Jadi situasi dengan contoh MBG saja sudah menunjukkan betapa buruknya kinerja pemerintahan kita," katanya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.