BREAKING NEWS
Jumat, 18 September 2026

Tolak Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional, Prabowo: Ngapain Keluarin Ratusan Miliar Kalau Belum Tentu Dapat Emas

Nurul - Kamis, 17 September 2026 11:27 WIB
Tolak Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional, Prabowo: Ngapain Keluarin Ratusan Miliar Kalau Belum Tentu Dapat Emas
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menolak usulan agar Indonesia menjadi tuan rumah berbagai ajang pertandingan internasional. Prabowo menilai pengeluaran anggaran hingga ratusan miliar rupiah untuk menjadi penyelenggara tidak sejalan dengan kebijakan efisiensi yang tengah dilakukan pemerintah.

Prabowo mengatakan pemerintah saat ini perlu lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran negara. Menurutnya, dana dalam jumlah besar sebaiknya diarahkan untuk kebutuhan pembangunan dan kepentingan masyarakat.

"Saya pikir daripada, sebagai contoh ya, saya mungkin dituduh kurang menghormati atau apa, saya termasuk yang kemarin berapa apa itu yang sodorkan ke saya, 'Pak, kita jadi tuan rumah pertandingan internasional, macam-macam lah'. Saya bilang sudahlah, karena kita belum tentu kita bisa dapat medali emas ngapain kita keluarin ratusan miliar untuk jadi tuan rumah ya kan? Kurangi," ujar Prabowo saat memberikan keterangan di kediamannya di Hambalang, Bogor, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga:

Menurut Prabowo, efisiensi anggaran tidak hanya menyasar penyelenggaraan pertandingan internasional. Pemerintah juga mengevaluasi berbagai kegiatan seremonial dan operasional di lingkungan kementerian serta lembaga negara.

Sejumlah kegiatan yang menjadi perhatian antara lain perayaan hari ulang tahun instansi, seminar, focus group discussion (FGD), kunjungan kerja hingga berbagai kebutuhan pendukung kegiatan pemerintahan.

Prabowo menilai penghematan dari berbagai kegiatan tersebut dapat memberikan ruang fiskal yang lebih besar untuk membiayai kebutuhan yang dinilai lebih mendesak, termasuk penanganan dan mitigasi bencana.

"Jadi hal-hal semacam itu ternyata kita bisa menghemat banyak. Seminar, FGD, kunjungan kerja, luar biasa," kata Prabowo.

Dia kemudian memaparkan besarnya efisiensi anggaran yang menurutnya berhasil dilakukan pemerintah pada tahap awal masa kepemimpinannya. Prabowo menyebut penghematan pada 2025 mencapai sekitar Rp300 triliun.

"Di bulan, di tahun-tahun pertama, bulan-bulan pertama saya mimpin, 2025 saya kita bisa menghemat Rp300 triliun. Anda bayangkan, Rp300 triliun," ujarnya.

Prabowo mengatakan penghematan tersebut berasal dari berbagai komponen belanja, mulai dari pembelian alat tulis, percetakan, suvenir, sewa gedung hingga kebutuhan rapat dan seminar.

"Biaya pembelian alat tulis, percetakan, suvenir ya, sewa gedung, peralatan, rapat, seminar dan sejenis kajian kita banyak sekali yang kita hemat," pungkasnya.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah melakukan efisiensi belanja negara. Pemerintah mengarahkan penggunaan anggaran agar lebih selektif dan diprioritaskan untuk kebutuhan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.* (bp/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Daftar Lengkap Harga Pangan Nasional 17 September 2026: Dari Bawang, Beras, hingga Daging Sapi
Fondasi Kuat Hilirisasi: Menulis Masa Depan Industri Aluminium Indonesia
Mengolah MBG: Antara Sorotan dan Harapan Generasi Indonesia
Prabowo Bakal Kumpulkan Seluruh Kepala Daerah dan DPRD se-Indonesia, Ada Apa?
Percepat Penyaluran Bantuan Pangan, Perum Bulog Gandeng TNI Jangkau 33,2 Juta Penerima Manfaat
Tolak Perpecahan Danrem Lilawangsa Pastikan Pidie Jaya Tetap Kondusif dan Setia pada Pancasila
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru