Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sejumlah potensi yang dibahas antara lain kopi, minyak nilam, fesyen, musik, fotografi, podcast digital, desain kemasan produk, teknologi tepat guna, greenhouse, hingga budi daya perikanan menggunakan sistem bioflok.
Kolaborasi JASA Aceh Besar dan Muda Seudang Banda Aceh menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut.
Kedua kelompok pemuda dipertemukan untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan usaha.
Program ini juga memberikan perhatian kepada pemuda dari keluarga korban konflik Aceh.
Penguatan kewirausahaan diharapkan dapat menjadi ruang bagi mereka untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membangun kemandirian ekonomi.
Dalam program tersebut, pemuda ditempatkan sebagai agen perubahan, agen pembangunan, dan agen kontrol sosial.
Karena itu, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian dari pembinaan.
Ketua JASA Aceh Besar Raisul Akram mengatakan keterampilan kewirausahaan tidak cukup dibangun melalui teori.
Menurut dia, pengalaman langsung di lapangan juga diperlukan agar pemuda memahami tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.
"Ilmu teori dan ilmu praktik sangat berbeda. Ketika berada di lapangan, ilmu yang sangat berguna adalah ilmu praktik," ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua Yayasan Indikata Asa Nusantara sekaligus penyelenggara kegiatan, Hasbuna Habibi, mengatakan penguatan kewirausahaan pemuda perlu diarahkan pada aksi nyata.
Menurut dia, pelatihan akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilanjutkan dengan penguatan jejaring, pendampingan, dan pengembangan usaha.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.