BREAKING NEWS
Minggu, 20 September 2026

Aceh Youthpreneur 2026 Dorong Pemuda Sulap Potensi Lokal Jadi Peluang Usaha

T.Jamaluddin - Minggu, 20 September 2026 13:55 WIB
Aceh Youthpreneur 2026 Dorong Pemuda Sulap Potensi Lokal Jadi Peluang Usaha
Program Aceh Youthpreneur 2026 yang digagas JASA Aceh Besar bersama Muda Seudang Banda Aceh dalam ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas di Gedung Amanah Ladong, Kab. Aceh Besar, Sabtu (19/9/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JANTHO — Potensi sumber daya alam dan ekonomi Aceh yang beragam membutuhkan generasi muda yang tidak hanya mampu melihat peluang, tetapi juga berani mengolahnya menjadi usaha nyata.

Semangat tersebut diwujudkan melalui program Aceh Youthpreneur 2026 yang digagas Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Aceh Besar bersama Muda Seudang Banda Aceh.

Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 50 pemuda dalam ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas di Gedung Amanah Ladong, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 19 September 2026.

Baca Juga:

Program yang mengusung tema "Membangun Ekosistem Wirausaha Kelompok JASA Aceh Besar & Muda Seudang Banda Aceh untuk Aceh yang Sejahtera" itu berfokus pada kewirausahaan, kepemimpinan, kreativitas, soft skills, serta pengembangan potensi ekonomi lokal.

Melalui kegiatan ini, peserta didorong memahami dasar-dasar kewirausahaan sekaligus mulai menyusun ide usaha yang dapat dikembangkan berdasarkan potensi di lingkungan masing-masing.

Aceh Youthpreneur dirancang sebagai ruang pembinaan untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, jejaring, hingga kemandirian ekonomi pemuda.

Peserta tidak hanya menerima materi secara teori.

Mereka juga mengikuti diskusi, praktik, penyusunan ide bisnis, pengembangan model usaha, hingga pembahasan studi kasus secara berkelompok.

Materi pelatihan dimulai dari dasar-dasar kewirausahaan dan entrepreneurial mindset.

Peserta kemudian diarahkan untuk mengenali peluang usaha yang berasal dari potensi lokal Aceh.

Dalam sesi kelas, peserta dibagi ke dalam bidang pertanian dan perkebunan serta fesyen.

Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai sektor ekonomi kreatif dan usaha berbasis teknologi.

Sejumlah potensi yang dibahas antara lain kopi, minyak nilam, fesyen, musik, fotografi, podcast digital, desain kemasan produk, teknologi tepat guna, greenhouse, hingga budi daya perikanan menggunakan sistem bioflok.

Kolaborasi JASA Aceh Besar dan Muda Seudang Banda Aceh menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut.

Kedua kelompok pemuda dipertemukan untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan usaha.

Program ini juga memberikan perhatian kepada pemuda dari keluarga korban konflik Aceh.

Penguatan kewirausahaan diharapkan dapat menjadi ruang bagi mereka untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membangun kemandirian ekonomi.

Dalam program tersebut, pemuda ditempatkan sebagai agen perubahan, agen pembangunan, dan agen kontrol sosial.

Karena itu, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian dari pembinaan.

Ketua JASA Aceh Besar Raisul Akram mengatakan keterampilan kewirausahaan tidak cukup dibangun melalui teori.

Menurut dia, pengalaman langsung di lapangan juga diperlukan agar pemuda memahami tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.

"Ilmu teori dan ilmu praktik sangat berbeda. Ketika berada di lapangan, ilmu yang sangat berguna adalah ilmu praktik," ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Yayasan Indikata Asa Nusantara sekaligus penyelenggara kegiatan, Hasbuna Habibi, mengatakan penguatan kewirausahaan pemuda perlu diarahkan pada aksi nyata.

Menurut dia, pelatihan akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilanjutkan dengan penguatan jejaring, pendampingan, dan pengembangan usaha.

"Pemuda jangan hanya menjadi penerima program. Mereka harus didorong menjadi pelaku yang mampu menciptakan gagasan, mengembangkan usaha, dan membuka peluang ekonomi dari potensi yang ada di daerah. Potensi Aceh sangat banyak. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi pemuda," ujar Hasbuna.

Hasbuna berharap Aceh Youthpreneur 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan satu hari.

Ide dan jejaring yang terbentuk diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi usaha yang berkelanjutan.

JASA Aceh Besar dan Muda Seudang Banda Aceh juga diharapkan terus memperkuat ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, membangun usaha, serta mengambil peran dalam pembangunan ekonomi Aceh.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harhubnas 2026, Bobby Nasution Dorong Konektivitas Transportasi Sumut Makin Terintegrasi
Daging Pala yang Dulu Terbuang Kini Diolah Jadi Minuman, Produk Abdya Mulai Dikenalkan di Banda Aceh
Bupati Batu Bara Apresiasi Inovasi Bank Sampah Berseri, Ubah Sampah Jadi Pakan Ternak hingga Pupuk Tanaman
Mau Pinjam KUR BRI Rp100 Juta? Segini Cicilan per Bulannya
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Minggu 20 September 2026: Sejumlah Wilayah Hujan Disertai Petir
Butuh Modal Usaha? KUR BCA 2026 Bisa Pinjam sampai Rp500 Juta, Ini Syarat dan Cicilannya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru