BREAKING NEWS
Kamis, 08 Oktober 2026

Peserta PKA Sumut Belajar Transformasi Digital dan Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Data di DKI Jakarta

Dodi Kurniawan - Kamis, 08 Oktober 2026 13:33 WIB
Peserta PKA Sumut Belajar Transformasi Digital dan Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Data di DKI Jakarta
Studi lapangan Peserta PKA Angkatan I Kelompok IV Tahun 2026 Provinsi Sumatera Utara di Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Kelompok IV Tahun 2026 Provinsi Sumatera Utara mempelajari penerapan tata kelola pemerintahan berbasis data, teknologi, dan kolaborasi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari studi lapangan yang diharapkan dapat memberikan bekal bagi peserta untuk mengembangkan inovasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Sumatera Utara.

Studi lapangan berlangsung di Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Baca Juga:

Kegiatan ini diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara sebagai bagian dari rangkaian PKA Tahun 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan PKA Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis pagi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta sebelum peserta melanjutkan agenda studi lapangan ke Diskominfotik DKI Jakarta.

Dalam studi lapangan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan transformasi digital secara terpadu untuk mendukung pelayanan publik.

Transformasi digital tidak hanya dipahami sebagai penggunaan teknologi dalam pemerintahan.

Peserta juga mempelajari bagaimana teknologi harus diikuti dengan perubahan tata kelola, kepemimpinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi, pengelolaan data, keamanan informasi, pengukuran kinerja, serta kolaborasi lintas sektor.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya data yang berkualitas dan terintegrasi.

Data menjadi salah satu dasar pemerintah dalam mengambil keputusan dan menyusun kebijakan.

Pengelolaan data juga perlu disertai dengan penguatan keamanan informasi.

Hal tersebut penting untuk menjaga keandalan sistem sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik berbasis digital.

"Saya belajar banyak dari insight Jakarta Smart City yang menjadi salah satu branding utama DKI Jakarta dalam mengintegrasikan data, teknologi, dan pelayanan publik. Di sini kita melihat bahwa digitalisasi dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus memperkuat keterhubungan antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan," ujar Reza Prima Kurniawan, salah satu peserta PKA Angkatan I Kelompok IV Tahun 2026 Provinsi Sumut.

Pembelajaran dari DKI Jakarta juga menunjukkan bahwa transformasi digital membutuhkan koordinasi lintas sektor yang kuat.

Selain itu, pemerintah perlu memiliki indikator kinerja yang jelas dan sistem yang dapat dikelola secara berkelanjutan.

Teknologi yang dibangun pemerintah tidak cukup hanya berfungsi secara teknis.

Sistem digital harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan mendukung pelayanan yang lebih efektif.

Melalui studi lapangan ini, peserta PKA dapat melihat secara langsung praktik transformasi digital yang diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Peserta juga berkesempatan mengidentifikasi praktik yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan dan karakteristik daerah masing-masing.

Dari pembelajaran tersebut, pemerintahan digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi yang canggih.

Teknologi harus menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan agar pelayanan publik dapat berjalan lebih adaptif, aman, responsif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Studi lapangan dalam rangkaian PKA tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk merancang dan menerapkan inovasi di unit kerja masing-masing.

Hasil pembelajaran di Jakarta diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan yang diperoleh selama studi lapangan.

Peserta didorong menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi aksi perubahan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.

Dengan penerapan inovasi yang tepat, pembelajaran dari praktik tata kelola digital di DKI Jakarta diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi penyelenggaraan pemerintahan serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di Provinsi Sumatera Utara.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Penantian 20 Tahun Berakhir, Air Bersih PDAM Segera Mengalir ke Griya Kencana Medan
Nagori Silou Huluan Wakili Simalungun di Evaluasi PTP2WKSS Sumut 2026, Ketua TP PKK Darmawati: Menang atau Tidak Adalah Bonus
PTPN IV Regional II Salurkan Bantuan Dump Truk, Pemkab Simalungun Siap Perkuat Layanan Kebersihan
Istana Belum Ambil Sikap soal Putusan MK Gibran, Ini Alasannya
KPK Periksa Kadis SDABMBK Medan, Dalami Kasus Suap Bupati Langkat Ondim
Sidang Korupsi Bansos, Menantu Eks Bupati Labusel Bripka Yasir Ungkap Perintah Polres Salurkan 3.000 Paket
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru