BREAKING NEWS
Rabu, 14 Oktober 2026

Sederet Arahan Presiden Prabowo untuk Penanganan Karhutla, dari Peralatan hingga Mitigasi Desa

Administrator - Rabu, 14 Oktober 2026 09:26 WIB
Sederet Arahan Presiden Prabowo untuk Penanganan Karhutla, dari Peralatan hingga Mitigasi Desa
Perjuangan personel Manggala Agni memadamkan api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan yang sudah berlangsung sejak empat bulan. (Foto: Dokumentasi Manggala Agni)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan sejumlah arahan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Arahan tersebut mencakup penambahan peralatan pemadaman, penguatan mitigasi sejak dini, hingga penyiapan 70.000 polisi hutan.

Prabowo menegaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi. Pemerintah perlu menyiapkan berbagai langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap masyarakat maupun negara tetangga dapat ditekan.

Salah satu arahan tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau lokasi karhutla di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau. Dalam kunjungan ke Kalimantan Barat pada 22 Agustus 2026, Prabowo meminta jajarannya memprioritaskan penghentian perluasan titik api.

Baca Juga:

"Saya kira ya kita, saya sudah lihat situasi, kita ikuti terus, kita ambil langkah-langkah ya mitigasi. Yang penting kita segera hentikan perluasan penambahan titik api," kata Prabowo.

1. Tambah Helikopter dan Peralatan Pemadaman

Prabowo meminta pemerintah memenuhi kebutuhan peralatan yang diperlukan petugas di lapangan. Peralatan tersebut mencakup helikopter, perlengkapan pemadaman, hingga mesin bor untuk memperoleh sumber air.

Menurut Prabowo, kebutuhan yang dilaporkan pejabat di lapangan harus segera ditindaklanjuti agar upaya pemadaman berjalan lebih efektif.

"Semua pejabat melaporkan kebutuhan-kebutuhannya, kita berusaha penuhi. Tiap hari kita tambahkan helikopter-helikopter, alat-alat, mesin bor untuk air, semua perlengkapan kita penuhilah," ujarnya.

Penambahan sarana itu diharapkan membantu petugas menjangkau titik api serta memperoleh pasokan air, terutama di wilayah yang sulit diakses dan memiliki kondisi lahan kering.

2. Panggil 22 Pakar untuk Cari Solusi Karhutla

Prabowo juga meminta masukan dari kalangan akademisi dan pakar untuk merumuskan strategi penanganan karhutla, khususnya di kawasan lahan gambut.

Pada Kamis (24/9/2026), Prabowo mengundang 22 pakar ke Istana Merdeka, Jakarta. Salah satu pakar yang hadir adalah Bagus Muljadi dari Nottingham University.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo meminta para ahli memberikan rekomendasi mengenai cara mencegah kebakaran hutan, menangani kawasan gambut, serta mengkaji kemungkinan pemanfaatan lahan gambut secara produktif tanpa mengabaikan aspek lingkungan.

"Sebagai ahli, tolong saya diberi tahu apa langkah terbaik untuk kita cegah kebakaran di kawasan hutan, pertama, kedua kawasan hutan yang ada gambutnya, dua hal. Dan ketiga yang saya minta saran dari saudara-saudara, apakah gambut ini bisa kita manfaatkan ke arah produktif?" ujar Prabowo.

Ia menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam menangani kebakaran di lahan gambut yang menjadi salah satu tantangan penanggulangan karhutla di Indonesia.

3. Siapkan Embung dan Pompa Sebelum Kebakaran

Selain memperkuat pemadaman, Prabowo menginstruksikan agar mitigasi fisik dipersiapkan sebelum musim kebakaran tiba.

Langkah yang diminta meliputi kesiapan petugas pemadam, pembangunan embung sebagai tempat penampungan air, serta penyediaan pompa di lokasi yang membutuhkan.

"Pemadam kebakaran harus siap, jauh sebelum kebakaran bikin embung-embung, belum ada kebakaran bikin pompa-pompa-pompa siapkan semua itu," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, langkah antisipasi perlu dilakukan lebih awal agar pemerintah tidak hanya bergerak setelah titik api muncul dan meluas.

Pendekatan tersebut juga diharapkan memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran.

4. Libatkan Desa dan Siapkan 70.000 Polisi Hutan

Prabowo turut meminta penguatan pengawasan hutan melalui penyiapan 70.000 polisi hutan. Ia mengarahkan Menteri PAN-RB Rini Widyantini untuk menyiapkan kebutuhan tersebut.

Prabowo juga menginginkan upaya mitigasi dilakukan hingga tingkat desa. Menurutnya, aparat kepolisian maupun TNI dapat membantu memberikan pelatihan kepada petugas yang akan menjalankan tugas pengawasan hutan.

Langkah tersebut diharapkan memperkuat pencegahan dan deteksi dini, sehingga potensi kebakaran dapat diketahui sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.

Selain itu, penguatan pengawasan dinilai penting untuk menjaga kawasan hutan dari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

5. Klaim Luas Karhutla Tersisa 639,23 Hektare

Dalam rapat di Istana Merdeka pada Senin (12/10/2026), Prabowo menyampaikan bahwa luas wilayah yang terdampak karhutla telah menurun drastis berdasarkan laporan yang diterimanya.

Prabowo mengaku sebelumnya memperkirakan luas lahan yang masih terdampak mencapai puluhan hingga ratusan ribu hektare. Namun, berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto, luas karhutla di enam provinsi tersisa 639,23 hektare.

"Alam kita berat. Tapi dari ratusan ribu beberapa minggu lalu, kita sekarang di bawah 1.000. Saya kira ini kalau enggak kita turun tangan secara besar-besaran, enggak bisa. Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi kan ke depan," ujar Prabowo.

Meski mengklaim penurunan luas karhutla tersebut merupakan hasil keterlibatan pemerintah secara besar-besaran, Prabowo meminta seluruh jajaran tetap menjaga hutan dan memperkuat langkah pencegahan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat daerah, panglima, kapolda, serta petugas yang terlibat dalam upaya pemadaman.

"Saya ucapkan terima kasih atas jerih payah saudara-saudara, para panglima, para kapolda, ya para pejabat di daerah-daerah," ucapnya.

Berbagai arahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani karhutla, mulai dari pemadaman ketika kebakaran berlangsung hingga pencegahan jangka panjang. Pemerintah juga menekankan perlunya dukungan ilmu pengetahuan, kesiapan peralatan, dan pengawasan di tingkat daerah agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang setiap tahun.* (tm/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sabet 5 Penghargaan AHI 2026, Ini Rahasia Pertamina Hulu Indonesia Pikat Kepercayaan Publik
Terbang ke Jepang! 103 Atlet Indonesia Siap Tempur Targetkan 7 Emas di Asian Para Games 2026
Prabowo Kaget Karhutla Tersisa 639 Hektare: Saya Mengira Masih Ratusan Ribu
Desakan Mundur Menguat, Ini Respons Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
Tak Cuma Andalkan Hujan! Prabowo Kumpulkan Profesor Hingga Patok 70 Ribu Polisi Hutan Atasi Karhutla
Asap Makin Parah! Ketua DPD Minta Pemerintah Buka Diri Terima Bantuan Malaysia Padamkan Karhutla
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru