BREAKING NEWS
Rabu, 21 Oktober 2026

INALUM Perkuat Posisi Industri Aluminium Indonesia di Forum Mineral dan Logam Internasional 2026

Muhammad Taufik - Rabu, 21 Oktober 2026 09:58 WIB
INALUM Perkuat Posisi Industri Aluminium Indonesia di Forum Mineral dan Logam Internasional 2026
PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) berpartisipasi dalam International Critical Minerals and Metals Summit: Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Bali. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BALI – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) berpartisipasi dalam International Critical Minerals and Metals Summit: Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Bali.

Partisipasi ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan industri mineral dan logam nasional sekaligus mendorong peningkatan daya saing Indonesia di pasar global.

Forum internasional tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri, investor, hingga pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan sektor mineral dan logam.

Baca Juga:

Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk bertukar perspektif, membahas peluang investasi, serta mengidentifikasi tantangan dan potensi pengembangan industri mineral dan logam di tengah dinamika pasar global.

Dalam forum tersebut, Direktur Keuangan INALUM, Ken Permana, hadir sebagai panelis untuk membahas posisi Indonesia dalam rantai nilai aluminium global.

Pembahasan ini menjadi relevan di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap mineral dan logam serta pentingnya penguatan rantai pasok industri yang mampu memberikan nilai tambah bagi negara produsen.

Kehadiran INALUM dalam forum ini juga mencerminkan peran perusahaan dalam mendorong pengembangan industri aluminium nasional yang semakin terintegrasi, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan pasar internasional.

Perkuat Posisi Indonesia dalam Rantai Nilai Aluminium Global

Aluminium merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam berbagai sektor industri, mulai dari transportasi, konstruksi, energi, hingga manufaktur.

Seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan terhadap material yang mendukung transisi energi, aluminium juga memiliki peluang besar dalam rantai pasok industri masa depan.

Dalam konteks tersebut, Indonesia memiliki potensi untuk memperkuat posisinya melalui pemanfaatan sumber daya bauksit, pengembangan industri alumina, serta peningkatan kapasitas produksi aluminium.

Penguatan keterkaitan antara sektor hulu dan hilir menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan rantai nilai yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
TransNusa Resmi Buka Penerbangan Bali–Melbourne, Tiket Mulai AUD299 dan Bakal Terbang Setiap Hari
Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Rabu 21 Oktober 2026: Sebagian Besar Wilayah Cerah Berawan
Singapura Ancam Beri Sanksi Denda hingga Rp 28 Miliar untuk 10 Perusahaan Terkait Karhutla di Indonesia
Pegadaian Sosialisasikan Investasi Emas di Binjai, Masyarakat Bisa Menabung Mulai Rp 10 Ribu!
Khofifah Indar Parawansa Lantik Pengurus IKA UNAIR Aceh, Taqwaddin Dorong Kerja Sama Aceh–Jatim demi Kesejahteraan Masyarakat
HUT ke-56 BKOW Sumut, Timur Tumanggor Dorong Perempuan Mandiri Ekonomi dan UMKM Naik Kelas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru