BBMKG Wilayah I: Sebaran Asap Karhutla Tidak Terdeteksi di Sumatera Utara, Kualitas Udara Membaik
MEDAN Kondisi udara di Sumatera Utara (Sumut) dilaporkan membaik pada Minggu (25/10/2026). Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geo
NASIONAL
MEDAN – Pengamat politik Rocky Gerung melontarkan kritik keras terhadap kualitas anggota pemerintahan dengan menyebut separuh anggota kabinet tidak memiliki kecerdasan yang memadai. Pernyataan itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Algoritma Bernegara di Universitas Negeri Medan (Unimed), Sumatera Utara.
Kritik tersebut muncul ketika Rocky menjawab pertanyaan seorang mahasiswi bernama Delila Agusinana Sution dari Fakultas Ilmu Sosial mengenai kualitas pemerintahan yang dinilai perlu memiliki kecerdasan intelektual, integritas moral, dan akuntabilitas.
Menanggapi pertanyaan itu, Rocky menyampaikan penilaiannya secara langsung terhadap anggota kabinet.Baca Juga:
"Ya, nanti separuh dari kabinet itu dungu," kata Rocky dalam forum tersebut.
Meski melontarkan kritik tajam, Rocky juga menantang mahasiswa untuk tidak berhenti pada kecurigaan atau pendapat pribadi. Ia meminta mahasiswa membuktikan penilaian terhadap pejabat publik melalui penelusuran data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Rocky mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu menelusuri latar belakang politik para menteri, termasuk afiliasi partai dan hubungan politik mereka.
"Sekarang tugas kalian untuk membuktikan deteksimu," ujarnya.
Ia menilai kecurigaan terhadap kualitas pejabat tidak cukup apabila tidak disertai bukti yang kuat.
"Anda mencurigai itu, Anda enggak bisa buktikan. Anda buktikan aja," kata Rocky.
Rocky juga mencontohkan penggunaan teknologi AI untuk melakukan tabulasi silang atau cross-tabulation terhadap informasi yang tersedia di media sosial dan sumber terbuka lainnya.
"Kan datanya ada di sosial media, tinggal bantuan AI untuk cross tabulasi dari partai mana dia? Patronnya siapa? Ngapain tanya saya lagi," ujarnya.
Selain mengkritik kualitas kabinet, Rocky menyoroti sikap mahasiswa dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Ia menyindir mahasiswa yang dinilainya masih bergantung pada pendapat tokoh lain ketika membahas persoalan politik, alih-alih menyusun argumentasi berdasarkan temuan sendiri.
Rocky juga menyinggung keberanian menyampaikan kritik terhadap istana dan menyoroti kasus sejumlah orang yang sebelumnya berada dalam lingkaran pendukung presiden, tetapi kemudian berhadapan dengan proses hukum.
"Kan teman teman baik presiden, tim pemenangan dipenjara enggak dibela. Coba lihat fakta itu," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rocky mendorong mahasiswa melihat langsung kondisi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan. Menurut dia, pemahaman mengenai persoalan sosial tidak cukup dibangun hanya dari informasi singkat di media sosial.
"Anda datang ke daerah-daerah miskin. Sekolah rakyat itu mewah banget," kata Rocky.
Ia juga mengingatkan bahaya membentuk kesimpulan hanya berdasarkan informasi pendek tanpa memeriksa konteks dan bukti pendukung.
"Itu artinya Anda hanya mendapat informasi 140 karakter. Itu bahayanya tuh," ujarnya.
Rocky turut mengkritik penggunaan data statistik dalam penelitian maupun kebijakan pemerintah. Ia meminta mahasiswa dan peneliti berani memeriksa kualitas serta keakuratan data yang diterbitkan lembaga negara.
"Demikian juga researcher kita statistik palsu semua tuh. Anda mesti berani bongkar statistik negara," kata Rocky.
Pernyataan tersebut merupakan kritik Rocky terhadap statistik yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Penilaian mengenai keakuratan data tertentu tetap perlu diuji dengan memeriksa sumber, metode pengumpulan, dan bukti yang relevan.
Rocky juga melontarkan sindiran terhadap mahasiswa yang dinilainya belum cukup kritis dalam memahami persoalan. Ia mengatakan mahasiswa seharusnya mampu menyusun pertanyaan, menguji argumen, serta menarik kesimpulan berdasarkan data.
"Kalau sudah pintar lu enggak undang gue ke sini," ujarnya.
Melalui forum tersebut, Rocky mendorong mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan opini tokoh atau informasi yang beredar di media sosial ketika menilai pemerintah. Ia menekankan pentingnya keberanian menguji klaim, memeriksa bukti, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab untuk memahami persoalan politik serta kebijakan publik.* (tm/dh)
MEDAN Kondisi udara di Sumatera Utara (Sumut) dilaporkan membaik pada Minggu (25/10/2026). Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geo
NASIONAL
JAKARTA Jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau di Indonesia turun tajam menjadi 317 titik pada Sabtu (24/10/2026). Berdasarkan d
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Direktur Rumah Sakit (RS) Harapan Pematangsiantar, Evelin Simarmata, memberikan klarifikasi terkait dugaan penolakan pel
KESEHATAN
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke12 RI Jusuf Kalla (JK) kembali menegaskan bahwa dirinya percaya ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo
NASIONAL
CIREBON Jumlah korban dugaan keracunan makanan dalam uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, disebut me
NASIONAL
JAKARTA Balapan utama MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island resmi dibatalkan pada Minggu (25/10/2026) akibat cuaca buruk. Huja
OLAHRAGA
MEDAN PSMS Medan akan menjamu PSIS Semarang pada pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027, Minggu (25/10/2026) malam. Laga di Stad
OLAHRAGA
MEDAN Mobil BYD Denza bernomor polisi BK 1906 BYN diduga terlibat dalam rangkaian kecelakaan di sejumlah ruas jalan di Kota Medan, Sumat
PERISTIWA
MEDAN Pengamat politik Rocky Gerung melontarkan kritik keras terhadap kualitas anggota pemerintahan dengan menyebut separuh anggota kabi
NASIONAL
DELI SERDANG Dini (22), seorang ibu rumah tangga yang menjadi korban dalam insiden bentrokan di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Mora
HUKUM DAN KRIMINAL