Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Agar mudah dipahami, materi keselamatan berlalu lintas disampaikan dengan bahasa sederhana dan diselingi kuis berhadiah.
Para siswa diajak mengenali arti lampu lalu lintas, mulai dari merah sebagai tanda berhenti, kuning untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersiap sesuai ketentuan, hingga hijau sebagai tanda boleh berjalan setelah memastikan kondisi aman.
Menurut Joko, pendidikan keselamatan berlalu lintas melalui sekolah menjadi langkah penting untuk membangun budaya disiplin di jalan secara berkelanjutan.
Anak-anak tidak hanya diharapkan memahami aturan untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga mampu menyampaikan pesan keselamatan kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.
"Budaya tertib berlalu lintas dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menggunakan helm, mematuhi rambu-rambu, dan menaati aturan di jalan. Kebiasaan ini perlu ditanamkan sejak kecil agar tumbuh menjadi perilaku yang melekat hingga dewasa," katanya.
Joko menegaskan, Polda Aceh akan terus mendorong kegiatan edukasi melalui program Polidik sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan.
Upaya tersebut sekaligus ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.
"Kami berharap anak-anak semakin memahami pentingnya keselamatan di jalan dan mampu menjadi pelopor keselamatan, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar," tutup Joko.
Melalui edukasi sejak usia sekolah, Polda Aceh berharap kebiasaan tertib berlalu lintas dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kesadaran tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga diterapkan dalam keluarga dan masyarakat.*(ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.