BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Ledakan Pager di Lebanon: 5.000 Unit Meledak, Sembilan Tewas, dan Ribuan Terluka! Aksi Cepat Donor Darah

BITVonline.com - Rabu, 18 September 2024 04:19 WIB
Ledakan Pager di Lebanon: 5.000 Unit Meledak, Sembilan Tewas, dan Ribuan Terluka! Aksi Cepat Donor Darah
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LEBANON -Kejadian tragis melanda Lebanon pada Selasa (17/9) ketika serangkaian ledakan pager yang digunakan oleh warga dan petugas medis menyebabkan sembilan orang tewas dan hampir 2.800 lainnya mengalami luka-luka. Ledakan yang melibatkan sekitar 5.000 unit pager ini mengguncang kawasan, memicu kepanikan dan kekacauan di berbagai lokasi, termasuk di pintu masuk American University of Beirut Medical Center.

Sumber keamanan Lebanon mengungkapkan bahwa kelompok Hizbullah menuduh Badan Intelijen Israel, Mossad, sebagai dalang di balik penyusupan bahan peledak ke dalam pager-pager tersebut. Pager yang meledak, yang diproduksi oleh perusahaan Taiwan, Gold Apollo, sebelumnya dipesan oleh Hizbullah untuk keperluan komunikasi.

Donor Darah Massal untuk Korban

Dalam respons terhadap insiden tersebut, warga setempat dan tim medis segera mengorganisir donor darah massal. Di tengah kepanikan, para sukarelawan bergegas menuju lokasi-lokasi yang membutuhkan, berharap dapat membantu menyelamatkan nyawa mereka yang terkena dampak ledakan. Sementara ambulans bergegas mengangkut korban ke rumah sakit, suasana di sekitar lokasi kejadian dipenuhi oleh suara sirene dan tangisan kesedihan.

Baca Juga:

“Setiap detik sangat berharga. Kami harus membantu mereka yang terluka,” ungkap salah satu relawan yang terlibat dalam upaya donor darah.

Investigasi Awal

Pihak keamanan melakukan investigasi terhadap bagaimana bahan peledak tersebut bisa disusupkan ke dalam pager. Seorang sumber keamanan mengindikasikan bahwa perangkat ini telah dimodifikasi oleh agen-agen Mossad sejak tahap produksi. “Mossad menyuntikkan bahan peledak penerima kode ke dalam board. Sangat sulit untuk mendeteksi dengan perangkat atau pemindai biasa,” kata sumber tersebut.

Baca Juga:

Belum ada penjelasan resmi mengenai bagaimana agen Mossad dapat mengakses tingkat produksi pager tersebut atau jenis bahan peledak yang digunakan.

Tanggapan dari Gold Apollo

Menanggapi ledakan yang merusak ini, Gold Apollo, perusahaan pembuat pager yang bermarkas di Taiwan, mengeluarkan pernyataan resmi. Pendiri perusahaan, Hsu Ching-kuang, membantah bahwa pager tersebut diproduksi atau dimiliki oleh mereka. “Kami menjadi korban dari teror di Lebanon,” kata Hsu, menegaskan bahwa produk yang meledak sebenarnya adalah buatan perusahaan Eropa yang memiliki hak penggunaan merek Apollo Gold.

Insiden ini menjadi pengingat menyakitkan tentang ketegangan yang masih menyelimuti Lebanon dan wilayah sekitarnya. Kejadian ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga meningkatkan ketegangan antara kelompok-kelompok yang terlibat. Sementara itu, warga Lebanon menunjukkan solidaritas mereka dengan segera mengambil langkah untuk membantu korban.

Pihak berwenang masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap lebih lanjut detail di balik serangkaian ledakan ini, sambil berharap agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

(n/014)

0 komentar
Tags
beritaTerkait
PLN Padamkan Listrik 9 Jam di Medan, Ini Daftar Lokasinya!
Mengenang Kejayaan Bioskop Horas Theater di Padangsidimpuan Era 80-an
Polda Aceh Gelar Operasi Pasar Beras Murah di Banda Aceh, Warga Antusias Sambut
IHSG Terjun Bebas di Tengah Aksi Demo, Market Cap Bursa Indonesia Susut Rp195 Triliun
Sejumlah Artis Korea dan Thailand Sampaikan Dukungan untuk Indonesia di Tengah Aksi Demonstrasi
Google Luncurkan Fitur Baru di Docs, Kini Bisa Ubah Dokumen Menjadi Audio dengan Gemini AI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru