Tiyo Ardianto Soroti Penangkapan Dadan Hindayana, Singgung Dugaan Pengalihan Isu MBG
JAKARTA Penetapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mantan pejabat BGN sebagai tersangka kasus dugaan
POLITIK
BATAM -Berita di Lantamal IV Batam mengenai upaya penyelundupan sabu yang gagal di wilayah perairan Teluk Dalam, Bulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menarik perhatian karena menyoroti upaya penegakan hukum terhadap peredaran narkotika di wilayah perairan Indonesia. Berdasarkan keterangan Danlantamal IV Batam, Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto, kejadian ini bermula dari informasi intelijen terkait upaya penyelundupan sabu dari Malaysia ke Kota Batam.
Tim Fleet One Quick Respon (F1QR) Lantamal IV Batam berhasil menggagalkan upaya tersebut dengan mengamankan seorang terduga kurir pembawa 19 kilogram sabu beserta 4 orang PMI nonprosedural. Keberhasilan tim dalam mengamankan barang bukti dan terduga pelaku adalah cerminan dari kerja keras dan keberanian aparat penegak hukum dalam menghadapi tantangan kejahatan lintas negara, khususnya dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika.
Kronologi penangkapan yang disampaikan oleh Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto menggambarkan betapa pentingnya kerja intelijen dan respon cepat dalam menanggapi informasi yang diterima. Diketahui bahwa terduga kurir sabu tersebut hendak menyelundupkan narkotika melalui jalur laut menuju Batam, namun berhasil dicegah oleh tim F1QR Lantamal IV Batam.
Selain itu, berita ini juga mengungkapkan bahwa sabu seberat 19 kilogram tersebut diduga berasal dari Malaysia dan dikirimkan ke Kota Batam dengan tujuan yang masih belum jelas. Hal ini menunjukkan adanya jaringan penyelundupan narkotika yang terorganisir lintas negara, sehingga perlu adanya kerja sama antarnegara dalam memerangi kejahatan semacam ini.
Selanjutnya, penjelasan dari Kabid Berantas BNNP Kepri Kombes Pol Bubung Permadi mengenai asal sabu yang diduga berasal dari Myanmar juga menjadi informasi penting dalam pemberitaan ini. Hal tersebut menunjukkan kompleksitas dan sirkulasi narkotika di wilayah Asia Tenggara yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.
Dengan demikian, berita ini bukan hanya menjadi sorotan terhadap keberhasilan aparat dalam menangkap pelaku penyelundupan sabu, tetapi juga menggambarkan kompleksitas tantangan keamanan lintas negara terkait peredaran narkotika di kawasan tersebut. Kesimpulan dari penangkapan ini menegaskan komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif peredaran narkotika. Semoga kasus ini dapat menjadi contoh bagi upaya pencegahan dan penindakan lebih lanjut terhadap peredaran narkotika di Indonesia.
(N/014)
JAKARTA Penetapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mantan pejabat BGN sebagai tersangka kasus dugaan
POLITIK
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini, Minggu (7/6/2026), tercatat masih bertahan di level
EKONOMI
JAKARTA Kasus dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik. Salah satu yang kembali disorot ad
NASIONAL
JAKARTA Harga ratarata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Mei 2026 tercatat mengalami penurunan signifikan.
EKONOMI
JAKARTA Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti kasus dugaan korupsi dalam P
POLITIK
JAKARTA Timnas Indonesia U19 menghadapi pertandingan paling menentukan di fase grup Piala AFF U19 2026. Garuda Muda wajib meraih kemen
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah tengah mematangkan skema baru bagi hasil sektor pertambangan yang diklaim akan memberikan manfaat lebih besar bagi ne
EKONOMI
JAKARTA Jerawat yang terus muncul meski sudah rutin menggunakan berbagai produk perawatan kulit sering kali membuat banyak orang frustra
KESEHATAN
JAKARTA Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mempertanyakan langkah ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar ya
POLITIK
MEDAN Pemadaman listrik berulang di sejumlah wilayah Sumut pasca blackout Sumatera 22 Mei 2026, menimbulkan pertanyaan serius. Terutama t
PERISTIWA