BREAKING NEWS
Kamis, 26 Maret 2026

Polisi Selidiki Dugaan Pembuangan Limbah Medis di Sungai Citarum

BITVonline.com - Rabu, 08 Januari 2025 05:43 WIB
Polisi Selidiki Dugaan Pembuangan Limbah Medis di Sungai Citarum
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARAWANG -Kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan pembuangan limbah medis di area Sungai Citarum, tepatnya di Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kapolsek Rengasdengklok, AKP Edi Karyadi, mengonfirmasi bahwa penyelidikan masih berlangsung dan pihaknya masih mencari informasi lebih lanjut terkait sumber limbah medis tersebut.

“Masih dalam lidik,” ujar Edi saat dihubungi pada Rabu (8/1/2025). Meskipun penyelidikan masih berlangsung, Edi menambahkan bahwa pihak kepolisian belum dapat memastikan asal-usul limbah medis yang ditemukan.

Limbah medis yang ditemukan di Sungai Citarum meliputi jarum suntik, slang infus, dan obat-obatan yang diduga sengaja dibuang ke sungai oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Temuan ini pertama kali dilaporkan pada Selasa (7/1/2025), setelah warga setempat melihat limbah medis berserakan di sekitar jembatan penghubung antara Karawang dan Kabupaten Bekasi. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sampah medis menumpuk di bawah jembatan tersebut.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, Meli Rahmawati, menyebutkan bahwa setelah menerima laporan, pihak DLHK segera mendatangi lokasi untuk menangani masalah ini. Meli juga menyatakan bahwa beberapa warga mengaku melihat oknum yang sengaja membuang limbah medis ke sungai.

“Limbah medis yang tercecer juga tersangkut di besi penahan jembatan,” kata Meli.

Pihak DLHK Karawang, bersama dengan Dinas Kesehatan Karawang, sudah mengambil tindakan dengan membersihkan limbah medis tersebut. Polisi kini berusaha mengumpulkan bukti dan mencari saksi yang dapat membantu mengungkap pelaku pembuangan limbah medis ini.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru