Dengan demikian, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa kembali ke Ekonomi Pancasila bukan hanya soal mengoreksi kebijakan ekonomi, tetapi juga soal mengembalikan jati diri bangsa yang sejati. Namun, lebih dari itu, Presiden Prabowo memandang ekonomi sebagai medan di mana nilai-nilai moral dan etika diuji.
Ketidakadilan ekonomi yang terjadi di Indonesia, menurutnya, bukan hanya akibat dari kebijakan yang salah, tetapi juga dari kegagalan kita sebagai bangsa untuk menjaga komitmen kita terhadap keadilan sosial. Ini adalah refleksi dari kegagalan kita sebagai bangsa untuk menjaga dan mengelola kekayaan yang telah kita ciptakan. Lebih dari sekadar masalah ekonomi, ini adalah masalah keberlanjutan sosial dan moral yang mendalam, di mana kita harus mempertanyakan sejauh mana kita telah memenuhi tanggungjawab kita kepada sesama warga negara.* (waspada.id)
*) Penulis adalahDekan Fisip Universitas Jakarta, Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI, Mahasiswa Doktoral Universitas Islam Bandung.