Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
Oleh: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H.,
SEPERTI surya mentari yang menerangi semua ruang gelap hadirnya INSAN PERS di Republik Indonesia. Langkahnya kuat dan pasti guna meneliti serta mengontrol kegiatan sosial di tengah Masyarakat.
Tugas Insan Pers Sangat Berat sepanjang sejarah. Menguak semua praktek busuk dan korup di setiap ruang rendah dan ruang tinggi. Membongkar bisik bisik di balik tembok birokrasi yang bermaen di kobangan air kotor para oknum tikus tikus kantor. Juga menerobos gedung gedung besar menjulang tinggi dengan nama nama Lembaga atau Departemen yang di dalamnya ada saja oknum tikus berdasi yang menyeret uang Negara Indonesia. Tikus tikus Oknum Kantor dan Oknum Berjas Pejabat atau Oknum Tikus Berdasi yang selalu mengikuti hasrat keserakahannya untuk mencuri uang rakyat dan jelas merugikan Negara Indonesia.
Inilah tugas berat INSAN PERS yang sering di sebut WARTAWAN BODREK oleh banyak oknum yang merasa tidak nyaman ketika di beritakan sampai viral
Tugas Insan Pers sangat berat dari semenjak Republik Indonesia ini ada. Pena dari Pemilik KTA Pers harus mampu menembus dinding tebal di balik ketatnya pengawasan. Selalu saja di temukan tikus tikus yang menjadi penyakit di luar dan di dalamnya karena banyak anggaran yang sudah di godok oleh para Kepala Daerah kemudian bocor dikorupsi. Tidak bisa di sangkal bahwa oknum tikus berbaju pegawai Negara ada saja yang mencari kesempatan memperkaya kelompoknya sendiri.
Inilah tugas berat INSAN PERS yang sering di sebut WARTAWAN BODREK oleh banyak oknum yang merasa tidak nyaman ketika di beritakan sampai viral
Tugas Insan Pers Semakin Berat dari kampung sampai kota besar. Membongkar banyak sarang sarang tikus di balik dinding dan atap para oknum desa atau oknum sekolah serta oknum ekspektorat. Di mana PUNGLI KOLUSI KORUPSI masih tercium di mana mana. Ketidak keberdayaan Masyarakat melihat kusutnya sistem peraturan atau sistem abu abu hukum. Juga sistem permaenan Asal Bapak Untung (ABU) dan di biarkan Negara ini rugi.
Tugas Insan Pers Semakin berat karena semakin nampak jelas di miskinkan Masyarakat Indonesia dengan sengaja oleh oknum tikus berjas mewah yang berlindung di Bawah Atap Kantor Partai atau Kantor DPR RI, DPRD atau MPR RI. Lembaga yang harusnya bersih dari KORUPSI KOLUSI NEPOTISME tidak ada oknum tikus. Malah di sanalah para oknum tikus tersebut berpesta pora menghabiskan anggaran uang rakyat, karena dipungut dari rakyat uang tersebut. Saling tutup mata ketika para tikus di bawah sana saling cakar dan saling gigit menggerogoti anggaran.
Kemudian alih alih menutupi kekurangan anggaran negara maka banyak oknum tikus mengusulkan kenaikan tarif pajak agar negara mendapatkan penghasilan tambahan.
Inilah tugas berat INSAN PERS yang sering di sebut WARTAWAN BODREK oleh banyak oknum yang merasa tidak nyaman ketika di beritakan sampai viral
Tugas Insan Pers Semakin Berat ketika narkoba dengan bebasnya terjun ke kampung atau ke kota merusak otak anak anak sekolah dari SD sampai SMA dan pelajar di perguruan tinggi. Padahal anggaran dari pemerintah untuk memberantas para mafia, para bandar, para marketing, para pengecer, sangat besar dan Trilyunan Rupiah. Di mana tidak sedikit para oknum tikus yang melindungi kepentingan bisnis narkoba dan para bos serta bandarnya. Bahkan operasi pengedaran narkoba di atur di dalam LAPAS sampai Apartemen oleh para oknum tikus yang merusak generasi bangsa INDONESIA
Inilah tugas berat INSAN PERS yang sering di sebut WARTAWAN BODREK oleh banyak oknum yang merasa tidak nyaman ketika di beritakan sampai viral
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK