Hotman Paris: Febrie Adriansyah Jalani 18 Pertanyaan, Pemeriksaan Masih Fokus Kasus Asabri
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
Oleh: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H.,
SEPERTI surya mentari yang menerangi semua ruang gelap hadirnya INSAN PERS di Republik Indonesia. Langkahnya kuat dan pasti guna meneliti serta mengontrol kegiatan sosial di tengah Masyarakat.
Tugas Insan Pers Sangat Berat sepanjang sejarah. Menguak semua praktek busuk dan korup di setiap ruang rendah dan ruang tinggi. Membongkar bisik bisik di balik tembok birokrasi yang bermaen di kobangan air kotor para oknum tikus tikus kantor. Juga menerobos gedung gedung besar menjulang tinggi dengan nama nama Lembaga atau Departemen yang di dalamnya ada saja oknum tikus berdasi yang menyeret uang Negara Indonesia. Tikus tikus Oknum Kantor dan Oknum Berjas Pejabat atau Oknum Tikus Berdasi yang selalu mengikuti hasrat keserakahannya untuk mencuri uang rakyat dan jelas merugikan Negara Indonesia.
Inilah tugas berat INSAN PERS yang sering di sebut WARTAWAN BODREK oleh banyak oknum yang merasa tidak nyaman ketika di beritakan sampai viral
Tugas Insan Pers sangat berat dari semenjak Republik Indonesia ini ada. Pena dari Pemilik KTA Pers harus mampu menembus dinding tebal di balik ketatnya pengawasan. Selalu saja di temukan tikus tikus yang menjadi penyakit di luar dan di dalamnya karena banyak anggaran yang sudah di godok oleh para Kepala Daerah kemudian bocor dikorupsi. Tidak bisa di sangkal bahwa oknum tikus berbaju pegawai Negara ada saja yang mencari kesempatan memperkaya kelompoknya sendiri.
Inilah tugas berat INSAN PERS yang sering di sebut WARTAWAN BODREK oleh banyak oknum yang merasa tidak nyaman ketika di beritakan sampai viral
Tugas Insan Pers Semakin Berat dari kampung sampai kota besar. Membongkar banyak sarang sarang tikus di balik dinding dan atap para oknum desa atau oknum sekolah serta oknum ekspektorat. Di mana PUNGLI KOLUSI KORUPSI masih tercium di mana mana. Ketidak keberdayaan Masyarakat melihat kusutnya sistem peraturan atau sistem abu abu hukum. Juga sistem permaenan Asal Bapak Untung (ABU) dan di biarkan Negara ini rugi.
Tugas Insan Pers Semakin berat karena semakin nampak jelas di miskinkan Masyarakat Indonesia dengan sengaja oleh oknum tikus berjas mewah yang berlindung di Bawah Atap Kantor Partai atau Kantor DPR RI, DPRD atau MPR RI. Lembaga yang harusnya bersih dari KORUPSI KOLUSI NEPOTISME tidak ada oknum tikus. Malah di sanalah para oknum tikus tersebut berpesta pora menghabiskan anggaran uang rakyat, karena dipungut dari rakyat uang tersebut. Saling tutup mata ketika para tikus di bawah sana saling cakar dan saling gigit menggerogoti anggaran.
Kemudian alih alih menutupi kekurangan anggaran negara maka banyak oknum tikus mengusulkan kenaikan tarif pajak agar negara mendapatkan penghasilan tambahan.
Inilah tugas berat INSAN PERS yang sering di sebut WARTAWAN BODREK oleh banyak oknum yang merasa tidak nyaman ketika di beritakan sampai viral
Tugas Insan Pers Semakin Berat ketika narkoba dengan bebasnya terjun ke kampung atau ke kota merusak otak anak anak sekolah dari SD sampai SMA dan pelajar di perguruan tinggi. Padahal anggaran dari pemerintah untuk memberantas para mafia, para bandar, para marketing, para pengecer, sangat besar dan Trilyunan Rupiah. Di mana tidak sedikit para oknum tikus yang melindungi kepentingan bisnis narkoba dan para bos serta bandarnya. Bahkan operasi pengedaran narkoba di atur di dalam LAPAS sampai Apartemen oleh para oknum tikus yang merusak generasi bangsa INDONESIA
Inilah tugas berat INSAN PERS yang sering di sebut WARTAWAN BODREK oleh banyak oknum yang merasa tidak nyaman ketika di beritakan sampai viral
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum pengusaha Don Ritto menyatakan uang tunai dan emas seberat 74 kilogram yang disita penyidik dari rumah mantan Jaksa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah siap melakukan efisiensi anggaran, termasuk membuka peluang memangkas anggaran s
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin dikenal sebagai bangsa yang hanya berpangku tangan. Menurutnya, Indon
NASIONAL
DELI SERDANG Kepolisian masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk pengangkut air mineral dengan d
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkap adanya kebijakan pada masa kepemimpinan sebelumnya yang meng
NASIONAL
MALANG Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi te
NASIONAL
NAGAN RAYA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal percepatan pembanguna
NASIONAL
ACEH TIMUR Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mematangkan persiapan pembangunan
NASIONAL
MEDAN Fraksifraksi DPRD Provinsi Sumaterafraksi DPRD Provinsi Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov)
PEMERINTAHAN