Subuh Pertama Ramadhan 1447 H Ternoda, Puluhan Pemuda Bentrok di Jalan Merdeka Tanjung Tiram
BATU BARA Suasana khidmat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah ternoda oleh aksi bentrokan yang melibatkan puluhan pemuda di Jalan
PERISTIWA
Oleh: Ustadz Nursanjaya Abdullah.
DAKWAH adalah tugas mulia yang diwariskan oleh para nabi kepada umatnya. Ia bukan sekadar aktivitas mengajak kepada kebaikan, tetapi juga wujud cinta kepada manusia agar mereka mengenal Allah, tunduk kepada-Nya, dan hidup dalam petunjuk-Nya. Namun dalam perjalanannya, dakwah tidak selalu disambut dengan pujian dan sambutan hangat. Justru tidak sedikit para dai, ustadz, bahkan orang biasa yang mengajak kepada kebaikan, dihadapkan pada respon sinis, komentar negatif, bahkan hinaan dan pengucilan.
Inilah salah satu dilema terbesar dalam berdakwah: antara mencari ridha Allah atau tenggelam dalam kekhawatiran terhadap tanggapan miring dari manusia.
Allah memerintahkan dalam Al-Qur'an: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik..." (QS. An-Nahl: 125)
Namun, siapa pun yang membaca sejarah dakwah para nabi akan tahu bahwa jalan ini penuh onak dan duri. Nabi Nuh 'alaihissalam dihina oleh kaumnya dan dianggap gila. Nabi Musa 'alaihissalam ditentang oleh Firaun yang zalim. Nabi Muhammad ﷺ pun dicaci, diludahi, bahkan diancam dibunuh karena menyampaikan kebenaran.
Apakah karena mereka berdakwah dengan cara kasar? Tidak. Mereka adalah manusia terbaik, paling lembut, dan penuh kasih sayang. Tapi tetap saja, kebenaran akan selalu diuji, dan para penyampainya tidak selalu disukai.
Dalam menghadapi penolakan dan komentar miring, seorang dai harus terus menguatkan niat dan memurnikan orientasi dakwahnya: mencari ridha Allah, bukan tepuk tangan manusia.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa mencari keridhaan Allah walau manusia membencinya, maka Allah akan meridhainya dan membuat manusia ridha kepadanya…" (HR. Ibn Hibban)
Artinya, tidak ada yang lebih penting dari penilaian Allah. Ridha manusia tidak bisa menjadi tujuan utama karena ia fana, berubah-ubah, dan sering kali dipenuhi kepentingan pribadi.
Dalam dunia yang serba terbuka seperti hari ini, para pendakwah tak hanya berbicara di mimbar, tapi juga di media sosial. Dan tak jarang, setiap kata yang disampaikan ditanggapi dengan sinisme, seolah dakwah itu identik dengan menghakimi, memecah belah, atau mengganggu kenyamanan.
Lebih menyakitkan lagi jika tanggapan miring itu datang dari sesama muslim, bahkan dari rekan seperjuangan. Di sinilah letak ujian besar seorang dai: apakah ia berhenti karena tekanan manusia, atau tetap melangkah karena keyakinannya pada janji Allah?
Menghindari tanggapan negatif bukan berarti berdakwah harus ditinggalkan. Namun di sisi lain, dakwah juga harus dilakukan dengan hikmah (kebijaksanaan), agar pesan kebenaran sampai tanpa membangkitkan kebencian yang tidak perlu.
BATU BARA Suasana khidmat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah ternoda oleh aksi bentrokan yang melibatkan puluhan pemuda di Jalan
PERISTIWA
MEDAN Memasuki malam kedua bulan suci Ramadhan, Ustad Masdian mengingatkan jamaah tentang empat golongan orang yang meraih kesuksesan di
AGAMA
NEW YORK Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia dengan tegas mengecam pendudukan Israel di Tepi Barat Palest
NASIONAL
JAKARTA Mabes Polri menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kunco
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR Gubernur Bali, Wayan Koster, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus tingkat Provi
PEMERINTAHAN
PADANGSIDIMPUAN Satlantas Polres Padangsidimpuan, Polda Sumatera Utara, mengantisipasi terjadinya kemacetan di sejumlah titik rawan lalu
NASIONAL
JAKARTA Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, kembali menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka penerima alira
HUKUM DAN KRIMINAL
LONDON Raja Charles III memberikan respons terhadap penangkapan yang dilakukan kepolisian Inggris terhadap adiknya, Pangeran Andrew Moun
INTERNASIONAL
JAKARTA Pengguna aplikasi DANA berkesempatan mendapatkan saldo gratis senilai Rp400.000 yang akan ditransfer langsung ke ewallet mereka
EKONOMI
MEDAN Keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Medan menunjukkan tren positif selama satu tahun kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Tri
PEMERINTAHAN